<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712517">
 <titleInfo>
  <title>VARIASI TEKNIK PENYADAPAN DAN PENAMBAHAN STIMULAN TERHADAP KUALITAS GETAH PINUS MERKUSII DI DATARAN TINGGI GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eja Munanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknik Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
Getah pinus termasuk salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai komersial yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Jenis Pinus merkusii digolongkan sebagai pohon fast growing species dan secara alami tumbuh di beberapa wilayah Sumatera, seperti Aceh, Tapanuli, dan Kerinci. Tanaman Pinus yang ada di dataran tinggi Gayo selalu diupayakan dengan baik oleh masyarakat, agar dapat menghasilkan getah yang berkualitas. Hasil temuan awal memperlihatkan bahwa masyarakat di Dataran Tinggi Gayo umumnya melakukan penyadapan pinus dengan membuat koakan pada batang. Teknik ini merupakan cara yang lazim dipraktikkan oleh masyarakat, karena telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi tradisi setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas getah Pinus merkusii yang dihasilkan melalui metode penyadapan di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif dengan langkah-langkah membuat rancangan percobaan metode sadap Bor, Koakan dan Kopral. Ketiga metode tersebut diberikan perlakukan Lengkuas, Asam sulfat (H2SO4) dan tanpa kontrol. Analisa yang dilakukan pada penelitian ini berupa kadar air dan kadar kotoran yang merujuk sesuai standar SNI 7837:2016.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas getah Pinus Merkusii teknik bor dengan stimulan H:SO4, Lengkuas dan kontrol memperoleh mutu A dengan kandungan kadar air 4,05% (H2SO4), 5% (Lengkuas) dan 6,5% (kontrol) dan kandungan kadar kotoran 0,715% (H2SO4), 0,915% (Lengkuas) dan 1,415% (kontrol). Sedangkan kualitas getah Pinus Merkusii untuk kadar air + kadar kotoran menunjukkan teknik bor memperoleh hasil lebih baik yakni mutu premium dengan kandungan kadar air + kadar kotoran 4,765% (H2SO4), 5,915% (Lengkuas) dan 7,915% (kontrol) lebih kecil dari SNI 7837:2016.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PINES - FORESTRY</topic>
 </subject>
 <classification>634.975 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 22:48:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-03 09:52:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>