<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712503">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ADSORPSI LITIUM MENGGUNAKAN LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) PADA MEMBRAN LITHIUM ION SIEVE - SPHERICAL (LIS-S)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alisa Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsentrasi ion litium dalam geothermal brine umumnya jauh lebih rendah dibandingkan ion matriks utama seperti natrium, kalium, magnesium, dan kalsium, sehingga proses analisis dan pemisahan litium sangat dipengaruhi oleh efek matriks larutan. Oleh karena itu, diperlukan material adsorben dengan selektivitas tinggi terhadap ion litium, salah satunya adalah membran Lithium Ion Sieve (LIS). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik, morfologi, dan kinerja membran LIS dalam mengadsorpsi ion litium pada geothermal brine sintesis. LIS disintesis menggunakan Lithium Manganese Oxide (LMO) sebagai prekursor dan diaplikasikan dalam bentuk membran dengan variasi kandungan LIS sebesar 0,15 g, 0,30 g, dan 0,45 g. Karakterisasi morfologi dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), sedangkan analisis adsorpsi ion litium dilakukan menggunakan Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Hasil SEM menunjukkan bahwa partikel LIS yang terbentuk memiliki morfologi tidak sferis dan mengalami aglomerasi. Meskipun demikian, hasil LIBS menunjukkan bahwa membran LIS tetap mampu mengadsorpsi ion litium. Kinerja adsorpsi terbaik diperoleh pada membran M2 dengan perlakuan kalsinasi pada suhu 350°C selama 6 jam dan 650°C selama 3 jam. Peningkatan intensitas litium pada membran M2 masing-masing sebesar 280%, 511%, dan 42% untuk kandungan LIS 0,15 g, 0,30 g, dan 0,45 g, dengan waktu tunda pengukuran 2 µs. Rasio Li/Na meningkat hingga 5,12 pada kandungan LIS 0,30 g dengan kestabilan adsorpsi pada rentang 20–40 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah LIS mempengaruhi kinerja adsorpsi, yang ditunjukkan oleh perubahan perendaman dalam adsorpsi ion litium, dengan waktu optimum diperoleh pada jumlah LIS namun penambahan LIS yang berlebihan dapat menurunkan kemampuan adsorpsi ion litium.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LITHIUM - PHYSICAL METALLURGY</topic>
 </subject>
 <classification>669.967 25</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712503</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 11:58:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-03 10:19:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>