<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712491">
 <titleInfo>
  <title>PREVALENSI, DISTRIBUSI, DAN FAKTOR RISIKO PARASIT ZOONOTIK POTENSIAL PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DI ZONA BUFFER DAN PERIMETER PELABUHAN SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TASYA HUMAIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S2)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tikus (Rattus norvegicus) merupakan hewan sinantropik yang berperan sebagai reservoir berbagai parasit zoonotik dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan dengan aktivitas manusia dan logistik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis parasit zoonotik potensial yang menginfeksi tikus (Rattus norvegicus), mengetahui kepadatan tikus di zona buffer dan perimeter Pelabuhan Sabang, serta menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dengan keberadaan tikus. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode purposive sampling. Sebanyak 64 ekor tikus berhasil ditangkap menggunakan perangkap hidup pada zona buffer dan perimeter Pelabuhan Sabang. Pemeriksaan parasit dilakukan melalui metode sentrifugasi, modifikasi Ziehl–Neelsen, gerusan organ, dan identifikasi ektoparasit, sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square, uji Fisher, serta perhitungan Relative Risk (RR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan relatif tikus di Pelabuhan Sabang tergolong tinggi, dengan nilai tertinggi di CT2 (27,14%), diikuti Buffer Area 1 (22,86%), Buffer Area 2 (14,29%), CT1 (14,29%), dan CT3 (12,86%). Parasit yang teridentifikasi meliputi Hymenolepis nana (18,8%), Hymenolepis diminuta (14,1%), Strongyloides spp. (28,1%), Capillaria hepatica (10,9%), oosista Isospora sp. (4,7%), serta ektoparasit Xenopsylla cheopis (9,4%) dan Ornithonyssus sp. (35,9%). Faktor lingkungan yang berhubungan signifikan dengan keberadaan tikus adalah kondisi drainase, keberadaan sisa pangan, kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan celah akses (ρ &lt; 0,05). Dalam pendekatan One Health, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sanitasi dan kondisi fisik lingkungan berperan penting dalam menentukan kepadatan tikus dan risiko parasit berpotensi zoonotik di Pelabuhan Sabang, sehingga pengendalian tikus berbasis perbaikan lingkungan menjadi kunci pencegahan zoonosis berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Rattus norvegicus, parasit zoonotik potensial, kepadatan tikus, pelabuhan, faktor lingkungan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ZOONOSES - ANIMALS - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 695 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 09:58:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-03 10:32:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>