<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712447">
 <titleInfo>
  <title>MOBILITAS SOSIAL PEREMPUAN BURUH KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RUHAINA  NURUL RIZKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Aceh Tengah merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Aceh, di mana mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor perkebunan. Di Desa Daling, Kecamatan Bebesen, perempuan memegang peranan vital dalam rantai produksi kopi, mulai dari tahap pengupasan, penyortiran, hingga pengolahan pascapanen. Keterlibatan aktif ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga, tetapi juga memicu dinamika baru dalam struktur sosial serta relasi gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk mobilitas sosial perempuan buruh kopi dan dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Daling. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penyajian data deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi yang melibatkan perempuan buruh kopi dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilitas sosial perempuan buruh kopi terjadi dalam dua bentuk utama: horizontal dan vertikal. Mobilitas horizontal ditandai dengan pergeseran peran perempuan dari ranah domestik menuju sektor pekerjaan produktif di perkebunan. Sementara itu, mobilitas vertikal tercermin dari peningkatan posisi tawar perempuan dalam keluarga, di mana mereka kini terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan. Dampak dari mobilitas ini mencakup terciptanya relasi gender yang lebih egaliter serta meningkatnya partisipasi sosial perempuan di tingkat desa. Namun, tantangan nyata masih dihadapi berupa beban ganda, keterbatasan akses modal, pendidikan yang rendah, serta stigma budaya patriarki. Implikasi sosial ekonominya adalah penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan terciptanya struktur masyarakat yang lebih inklusif. Oleh karena itu, dukungan sinergis dari pemerintah desa, lembaga pemberdayaan, dan masyarakat sangat diperlukan agar mobilitas ini terus berlanjut demi pembangunan sosial ekonomi Desa Daling yang berkelanjutan.&#13;
Kata kunci:  Mobilitas Sosial, Perempuan, Buruh Kopi, Sosial Ekonomi, Aceh Tengah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOMEN WOKERS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL MOBILITY</topic>
 </subject>
 <classification>305.513</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 10:39:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 10:23:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>