<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712445">
 <titleInfo>
  <title>RESILIENSI RUMAH SAKIT DALAM MENGHADAPI BENCANA DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Brury Apriadi Husaini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana geologis dan hidrometeorologis, sehingga rumah sakit dituntut untuk mampu mempertahankan fungsi esensialnya dalam keadaan darurat. Konsep resiliensi rumah sakit menjadi krusial karena mencakup kemampuan fasilitas kesehatan untuk tetap beroperasi selama bencana serta memulihkan layanan pascabencana seiring dengan meningkatnya intensitas dan kompleksitas bencana akibat perubahan iklim. Kondisi ini menggarisbawahi kebutuhan pembaharuan yang dapat memetakan dimensi resiliensi rumah sakit secara terukur sebagai dasar penguatan kapasitas di masa mendatang. Penelitian ini memberikan kontribusi strategis melalui indikator, framework dan instrumen yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan terkait resiliensi rumah sakit dalam menghadapi bencana. Desain kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Ada tiga tahapan penelitian yaitu identifikasi indikator, pengembangan framework dan instrumen, serta penilaian tingkat resiliensi rumah sakit di Aceh menghadapi bencana. Tahap pertama yaitu menelaah 28 referensi ilmiah dan dilanjutkan dengan mengidentifikasi indikator sehingga menghasilkan delapan domain utama, yaitu information and technology, training and research, governance, workforce, financing, infrastructure, service, dan business continuity. Tahap kedua mengembangkan framework resiliensi rumah sakit serta melakukan validasi menggunakan Intraclass Correlation Coefficient didapatkan nilai average measure 0,894 (good agreement), hal ini menunjukkan nilai validasi berada pada kategori baik. Lalu hasil nilai Content Validity Ratio pada tujuh pakar berada pada angka 0,99 yang menunjukkan bahwa seluruh item dalam instrumen memenuhi standar esensialitas yang dipersyaratkan. Nilai Content Validity Index terhadap 111 item pernyataan, yang menunjukkan validitas sangat baik dengan nilai S-CVI/Ave 0,993 dan S-CVI/UA 0,955 yang menyimpulkan bahwa nilai relevansi dan kejelasan setiap item secara lebih rinci tergolong “diterima” atau sangat baik. Tahap ketiga yaitu menerapkan penilaian instrumen pada delapan rumah sakit di Provinsi Aceh untuk menggambarkan tingkat resiliensi aktual. Understanding tercatat sebagai dimensi dengan persentase tertinggi, sedangkan rebuilding memiliki persentase paling rendah. Pada indicator score, indikator information and technology menunjukkan indikator dengan persentase tertinggi, sementara business continuity berada pada tingkat paling rendah. Analisis grafik spider memperlihatkan kemampuan setiap rumah sakit dalam menghadapi bencana masih beragam. Ada indikator yang kuat di satu rumah sakit tetapi lemah di rumah sakit lain. Ketidakseimbangan ini menunjukkan bahwa resiliensi rumah sakit belum berjalan secara menyeluruh dan terpadu.  Penelitian ini menekankan perlunya penguatan resiliensi rumah sakit di Aceh melalui pengembangan regulasi yang lebih komprehensif pada lintas sektor, serta adanya mekanisme monitoring berkelanjutan untuk manajemen bencana yang lebih efektif.&#13;
&#13;
Kata kunci: Aceh, kerangka kerja, kapasitas sistem kesehatan, resiliensi rumah sakit.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DISASTERS - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICAL PERSONNEL - ROLE AND FUCNTION</topic>
 </subject>
 <classification>610.69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712445</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 10:37:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-03 11:38:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>