<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712441">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGGUNAAN PRINSIP FAIR USE TERHADAP HAK CIPTA KARYA SINEMATOGRAFI YANG DIJADIKAN KONTEN PARODI PADA PLATFORM YOUTUBE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. IMAM RAMADHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
T. IMAM RAMADHAN &#13;
ANALISIS PENGGUNAAN PRINSIP FAIR  &#13;
USE TERHADAP HAK CIPTA KARYA&#13;
SINEMATOGRAFI YANG DIJADIKAN&#13;
KONTEN PARODI PADA PLATFORM&#13;
YOUTUBE&#13;
 &#13;
2026 &#13;
 &#13;
 &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala &#13;
 &#13;
 &#13;
(v, 51)., pp.,bibl.  &#13;
 &#13;
 &#13;
 &#13;
Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum. &#13;
Parodi sebagai suatu karya kreativitas intelektual manusia yang dilindungi oleh&#13;
UUHC, pada Pasal 40 ayat 1 huruf n Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang&#13;
Hak Cipta, Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan,&#13;
seni, dan sastra. Prinsip fair use di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 28&#13;
Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, dalam Pasal 43-51 mengatur tentang Pembatasan Hak&#13;
Cipta. Di dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, tidak ada&#13;
satu pun yang menjelaskan tentang parodi. Dengan melihat hasil karya parodi dapat&#13;
berbentuk lagu, film, video dan lain-lain, maka dapat dipahami bahwa parodi adalah&#13;
sebuah karya seni. Karya seni termasuk karya sastra dan ilmu pengetahuan adalah&#13;
obyek yang dilindungi Hak Cipta.&#13;
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganlisis dan menjelaskan&#13;
mengenai batasan-batasan yang dihadapi oleh kreator konten parodi yang di unggah&#13;
pada platform youtube serta untuk menegetahui, menganalisis dan menjelaskan&#13;
perlindungan terhadap konten parodi yang diunggah pada platform youtube.&#13;
 &#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan &#13;
mengkaji norma dalam hukum positif yaitu UUHC 2014. Data penelitian diperoleh&#13;
melalui data sekunder penelitian kepustakaan (librabry research) dan penelitian&#13;
lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis,&#13;
pendekatan undang-undang, serta pendekatan perbandingan. Cara analisis data secara&#13;
kuantitatif dan menggunakan analisis deskriptif .&#13;
 Hasil penelitian ini diketahui bahwa Dalam konteks hukum Indonesia, parodi&#13;
dapat dianggap sebagai karya turunan yang memiliki perlindungan hak cipta&#13;
tersendiri, asalkan tidak melanggar hak ekonomi maupun moral dari pencipta asli.&#13;
Penelitian ini menemukan bahwa agar suatu konten parodi memenuhi kriteria fair use  &#13;
, harus memenuhi syarat tertentu, yaitu mencantumkan sumber karya asli secara jelas,&#13;
bertujuan untuk pendidikan atau kritik, serta tidak merugikan kepentingan wajar&#13;
pemilik hak cipta. Selain itu, mekanisme pembagian pendapatan dan sistem Content&#13;
ID YouTube juga menjadi bentuk perlindungan yang mengatur interaksi antara kreator&#13;
parodi dan pemilik hak cipta. Parodi yang memenuhi unsur orisinalitas dan tidak&#13;
menjiplak secara langsung dapat diakui sebagai karya baru yang sah dan dilindungi&#13;
hukum. Dengan demikian, prinsip fair use dalam UU Hak Cipta dan kebijakan&#13;
platform digital seperti YouTube memberikan ruang bagi kebebasan berkreasi, namun&#13;
tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan pencipta dan kepentingan publik.&#13;
 Dari hasil penelitian ini disarankan Bagi pemerintah, perlu dirumuskan&#13;
pengaturan yang lebih jelas terkait parodi dalam Undang-Undang Hak Cipta guna&#13;
menghindari multitafsir dan memperjelas batas fair use, khususnya untuk karya&#13;
sinematografi. Dan Bagi kreator parodi, diharapkan memahami prinsip fair use   &#13;
dalam UU Hak Cipta, mencantumkan sumber asli, memastikan tujuan parodi bersifat&#13;
edukatif atau kritik sosial, serta menghindari pelanggaran hak ekonomi pencipta asli.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COPYRIGHT - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.048 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 09:15:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 10:02:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>