<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712393">
 <titleInfo>
  <title>DINAMIKA KEAMANAN MARITIM SELAT MALAKA KAJIAN IMPLIKASI KEBERADAAN PENGUNGSI TERHADAP KEAMANAN DAN IMIGRASI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfarizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Indonesia memiliki beberapa instansi yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kedaulatan di wilayah perbatasan, baik di darat maupun di laut, Yaitu TNI AL, Bakamla dan Polairud yang bertanggung jawab atas keamanan perairan perbatasan laut Indonesia. Dalam konteks kemanaan maritim Indonesia aktif melakukan kerja sama dengan negara-negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, terutama Malaysia dan Singapura, dalam menjaga keamanan perairan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus di lapangan. Teori yang digunakan merupakan teori daerah batas Rimland dan teori keamanan Buzan. Pendekatan Penelitian ini menggunakan menggunakan deskriptif analisis yang membahas secara mendalam terkait dengan posisi aceh dalam geopolitik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika keamanan maritim Indonesia di Selat Malaka dalam merespon arus pengungsi yaitu dinamika keamanan maritim Indonesia, khususnya etnis Rohingya, ditandai dengan pendekatan kemanusiaan yang dilematis di mana Indonesia tidak meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 tetapi tetap memberikan perlindungan sementara berdasarkan asas kemanusiaan. Kebijakan dan tindakan pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan terhadap masuknya pengungsi melalui Selat Malaka yaitu Pemerintah Indonesia menerapkan kombinasi kebijakan keamanan maritim yang ketat dan pendekatan kemanusiaan (humanitarian approach) dalam menangani masuknya pengungsi, khususnya etnis Rohingya, melalui Selat Malaka. Adapun kebijakan dan tindakan pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan yaitu penunjukan lokasi penampungan resmi di setiap daerah yang berpotensi menjadi jalur pendaratan, supaya proses evakuasi tidak bergantung pada pencarian tempat darurat. Penyusunan regulasi anggaran yang jelas, agar pemerintah daerah tidak ragu mengalokasikan dana. Peningkatan kemandirian pengungsi, misalnya dengan memberikan akses pelatihan keterampilan, program kerja sosial, atau kegiatan produktif lain sehingga mereka tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan. Rekomendasi ini sekaligus bermanfaat untuk masyarakat lokal karena menciptakan interaksi sosial dan ekonomi yang positif.&#13;
&#13;
Keyword: Keamanan Maritim, Selat Malaka, Keberadaan Pengungsi, Imigrasi&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712393</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 12:17:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 14:16:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>