<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712391">
 <titleInfo>
  <title>EFEK KANDIDAT PROBIOTIK BAKTERI ASAM ASETAT ASAL CUKA AREN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHAIRUZZAKARIA HARAHAP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Probiotik adalah mikroorganisme hidup terutama bakteri baik yang memberikan manfaat kesehatan, jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, termasuk berpotensi memengaruhi metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek pemberian kandidat probiotik bakteri asam asetat (BAA) asal cuka aren terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) pada kondisi normal maupun setelah ditantang dengan Escherichia coli. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu kontrol (P0), tikus yang ditantang E. coli (P1), tikus yang diberi BAA dan ditantang E. coli (P2), serta tikus yang diberi BAA tanpa tantangan (P3). Setelah perlakuan, kadar glukosa darah diukur menggunakan biochemical analyzer dan dianalisis menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAA memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan kadar glukosa darah, baik pada tikus normal maupun tikus yang mengalami tantangan E. coli. Perlakuan P3 menunjukkan kadar glukosa darah terendah, diikuti P2, P1, dan P0 sebagai yang tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bakteri asam asetat asal cuka aren berpotensi menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih, baik dalam kondisi fisiologis normal maupun pada kondisi stres akibat tantangan infeksi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712391</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 11:56:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 12:09:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>