<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712377">
 <titleInfo>
  <title>STUDI MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS OTAK BURUNG KUNTUL KERBAU (BUBULCUS IBIS) DI DESA LAMBADA LHOK BAITUSSALAM ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAIHAN LABIB</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Otak merupakan organ vital dalam tubuh karena berperan sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas hewan.  Secara komparatif, struktur otak pada hewan vertebrata menunjukkan kesamaan, namun terdapat perbedaan dalam hal tingkat kompleksitas dan pola penyusunnya. Pada burung, organisasi otak cenderung bersifat nuklear, sedangkan pada mamalia berkembang korteks serebral 6 lapis. Salah satu spesies burung yang menarik untuk dikaji terkait struktur otaknya adalah burung kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran makroskopis dan mikroskopis organ otak burung kuntul kerbau yang hidup di desa Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan lima ekor burung kuntul kerbau yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Burung-burung tersebut memiliki berat badan antara 250-350 gram dan secara klinis dinyatakan sehat, ditandai dengan aktivitas normal, responsif, bulu tersusun rapi, tidak terdapat lesi kulit maupun paruh, serta tidak menunjukkan gangguan pernapasan. Burung kuntul kerbau dibawa ke Laboratorium Patologi FKH USK dan dipreparasi serta dikoleksi organ otak untuk dilakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Hasil yang didapat pada pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa struktur otak terdiri atas tiga bagian utama, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak. Pada pengamatan mikroskopis otak burung kuntul kerbau didapatkan hasil bagian cerebrum cenderung bersifat nuklear yang terdiri dari sel neuron, sel glia dan neuropil. Pada cerebellum didapatkan hasil bahwasanya cerebellum pada burung kuntul kerbau dilapisi oleh 3 lapisan, yaitu lapisan molekuler, lapisan sel purkinje, dan lapisan granular. Berdasarkan hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis otak burung kuntul kerbau, struktur otak menunjukkan karakteristik khas otak unggas tanpa menunjukkan perubahan yang signifikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EGRETS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BRAIN</topic>
 </subject>
 <classification>598.34</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712377</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 18:03:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 09:22:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>