<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712349">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN ANATOMI DAN HISTOLOGI TIMUS AYAM BROILER (GALLUS DOMESTICUS) PADA USIA BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IQLIMA AIMI NAJWA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Timus adalah salah satu organ limfoid primer yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh melalui proses diferensiasi dan maturasi sel T. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran anatomi dan histologi timus ayam broiler (Gallus domesticus) pada usia berbeda. Sampel penelitian adalah ayam broiler strain MB 90 berusia 7, 14, 21, 28 dan 35 hari yang diambil sebanyak 3 ekor setiap minggunya. Timus dikoleksi dan dibuat menjadi sediaan histologi selanjutnya diwarnai dengan pewarnaan hematokslin-eosin (HE). Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengamatan secara anatomi didapati jumlah lobus timus yang teridentifikasi dari usia 7 hingga usia 35 hari rata-rata berjumlah 5-6 lobus. Lebar lobus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan usia, peningkatan lebar yang cukup pesat terjadi usia 14 hari (4,92±0,43 mm) dan terus mengalami peningkatan hingga usia 35 hari. Hasil pengamatan secara histologi ditemukan bahwa jumlah lobulus bertambah seiring dengan peningkatan usia dengan jumlah lobulus terbanyak pada usia 35 hari (24±2,64), lebar medula terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan usia ayam dengan lebar terbesar dijumpai pada usia 35 (0,46±0,18 mm) dan lebar korteks terbesar dijumpai pada usia 14 hari (0,33±0.09 mm) dan mengalami penurunan pada usia 21 hari hingga usia 35 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran anatomi dan histologi timus memiliki korelasi seiring dengan peningkatan usia ayam dan pada studi ini timus belum mengalami involusi. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKENS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712349</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 23:08:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 12:03:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>