<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712347">
 <titleInfo>
  <title>HISTOMORFOMETRI PERKEMBANGAN DUODENUM AYAM BROILER (GALLUS GALLUS DOMESTICUS) PADA BERBAGAI TINGKAT UMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CAHYA FISSA BILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>HISTOMORFOMETRI PERKEMBANGAN DUODENUM &#13;
AYAM BROILER (Gallus gallus domesticus) PADA BERBAGAI &#13;
TINGKAT UMUR &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histomorfometri perkembangan &#13;
duodenum ayam broiler pada berbagai tingkat umur. Penelitian ini menggunakan &#13;
metode observasi analitik laboratorik. Sampel penelitian menggunakan day old &#13;
chicken (DOC) ayam broiler berjumlah 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok &#13;
umur yaitu 7,14, 21, 28 dan 35 hari. Ayam broiler dipelihara sampai mencapai &#13;
setiap kelompok umur. Selama pemeliharaan ayam broiler diberi pakan komersial &#13;
standar. Saat ayam telah mencapai tahap umur yang diamati, diambil 3 ekor untuk &#13;
diambil duodenum. Sampel duodenum difiksasi dengan NBF 10%, diproses &#13;
menjadi preparat histologi dan dilakukan pewarnaan hematoksilin eosin dan alcian &#13;
blue. Data hasil pengukuran luas permukaan vili, kedalaman kripta dan jumlah sel &#13;
goblet dianalisis secara deskriptif serta data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. &#13;
Hasil luas permukaan vili dan kedalaman kripta mengalami peningkatan seiring &#13;
bertambahnya umur ayam dengan peningkatan tertinggi terjadi pada fase starter &#13;
menuju grower. Hasil penghitungan jumlah sel goblet tertinggi ditemukan pada &#13;
ayam umur 7 hari dan mengalami penurunan pada umur 14 hingga 35 hari yang &#13;
menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan mukosa lebih besar pada fase awal &#13;
kehidupan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu histomorfometri perkembangan &#13;
duodenum berkorelasi terhadap pertambahan umur baik dari aspek luas permukaan &#13;
vili, kedalaman kripta dan jumlah sel goblet. &#13;
&#13;
Kata kunci: Ayam broiler, duodenum, histomorfometri, umur</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKENS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712347</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 22:29:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 11:55:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>