<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712319">
 <titleInfo>
  <title>GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL TEMBAGA MENGGUNAKAN EKSTRAK METANOL DAUN KENANGA (CANANGA ODORATA) SERTA AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN TOKSISITAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilda Nadila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit infeksi masih menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan global dengan meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional. Kondisi ini mendorong pengembangan agen antibakteri alternatif yang ramah lingkungan dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel tembaga secara ramah lingkungan menggunakan ektrak metanol daun Cananga odorata sebagai agen pereduksi dan penstabil alami, serta mengevaluasi aktivitas antibakteri dan toksisitasnya. Kandungan fitokimia dalam ekstrak daun Cananga odorata, khususnya senyawa fenolik dan flavonoid, berperan penting dalam proses bioreduksi ion Cu (II) menjadi CuNPS. Nilai kandungan total fenolik (TPC) dan kandungan total falavonoid (TFC) ekstrak methanol masing-masing adalah 99,44 mg GAE/g dan 34,26 mg QE/g. Nanopartikel yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), X-ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS), dan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa green synthesis nanopartikel tembaga berhasil menghasilkan tembaga dalam bentuk zero- valent copper (Cu0) yang dikonfirmasi oleh munculnya puncak serapan khas pada spektrum UV-Vis pada panjang gelombang sekitar 610 nm. Analisis FTIR menunjukkan keterlibatan gugus fungsi dari senyawa fenolik dan flavonoid ekstrak dalam proses reduksi dan stabilisasi CuNPs. Analisis XRD memperlihatkan pola difraksi yang sesuai dengan struktur kristalin tembaga metalik (Cu0), sedangkan hasil SEM-EDS dan TEM mengonfirmasi morfologi berbentuk bulat dengan ukuran 25 nm. CuNPs yang dihasilkan memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta menunjukkan tingkat toksisitas yang moderat berdasarkan uji BSLT, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri berbasis nanomaterial ramah lingkungan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIBIOTICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SYNTHESIS - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>541.39</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712319</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 11:24:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 09:47:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>