<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712309">
 <titleInfo>
  <title>MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSIF DI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nudhar Nabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendidikan inklusif merupakan manifestasi dari komitmen global terhadap prinsip education for all yang menekankan kesetaraan akses bagi seluruh siswa, termasuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Meskipun telah diatur dalam berbagai regulasi nasional, pelaksanaan pendidikan inklusif di tingkat daerah masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, strategi pelaksanaan, dan tantangan yang dihadapi pemangku kebijakan dalam implementasi pendidikan inklusif di Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan BPMP Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie (Disdikbud Pidie), SMPN 4 Sigli, serta SDN 1 Lampoih Saka. Penelitian ini menggunakan perangkat NVivo 15 sebagai alat bantu analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPMP Aceh memiliki peran sebagai fasilitator dan penghubung antara kebijakan pemerintah pusat dengan pelaksanaan di daerah, sedangkan Disdikbud Pidie bertindak sebagai pelaksana kebijakan sekaligus koordinator dalam memberikan pelatihan, advokasi, dan dukungan administratif kepada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Strategi yang dilakukan meliputi pelatihan guru, pengadaan GPK, pendanaan, pemanfaatan data, serta kemitraan dan kolaborasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi lemahnya regulasi daerah, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, serta minimnya fasilitas yang mendukung aksesibilitas bagi PDBK. Namun, pelaksanaan pendidikan inklusif di Kabupaten Pidie masih bersifat situasional dan belum mengacu pada rencana strategis daerah yang terintegrasi dengan kebijakan nasional. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pidie membutuhkan perencanaan strategis terkait penguatan kebijakan daerah untuk menyusun panduan pelaksanaan pendidikan inklusif yang aplikatif, peningkatan kapasitas SDM, serta penyediaan infrastruktur yang aksesibel agar implementasi pendidikan inklusif di Kabupaten Pidie dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian manajemen pendidikan inklusif, serta menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengkaji model tata kelola pendidikan inklusif dengan studi longitudinal untuk mengkaji dampak kebijakan dan strategi pendidikan inklusif secara lebih mendalam. &#13;
Kata Kunci: Fasilitas dan infrastruktur, Kebijakan Pendidikan Inklusif, Peserta Didik Berkebutuhan Khusus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SCHOOL MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>371.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712309</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 14:19:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 11:10:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>