<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712295">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI METODE AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING PADA DATA TIME SERIES (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>NILAI TUKAR PETANI INDONESIA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LIZA MAWAR FAZLIAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 38 provinsi di Indonesia berdasarkan pola fluktuasi Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor hortikultura per bulan dari Januari 2020 hingga Desember 2024 menggunakan metode Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pengukuran kemiripan antarprovinsi dilakukan dengan jarak Dynamic Time Warping (DTW) karena metode ini mampu menyesuaikan perbedaan panjang serta pergeseran waktu pada data runtun waktu. Analisis dilakukan menggunakan empat metode linkage, yaitu single linkage, complete linkage, average linkage, dan ward Method. Evaluasi metode terbaik ditentukan menggunakan nilai Cophenetic Correlation Coefficient (CCC) dan silhouette coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi-provinsi di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga cluster utama, cluster 1 cenderung memiliki pola pergerakan NTP yang relatif stabil meskipun terdapat beberapa lonjakan pada waktu tertentu, cluster 2 memperlihatkan pola yang lebih fluktuatif, dengan penurunan NTP pada periode 2021–2022 yang kemudian kembali meningkat di tahun-tahun berikutnya. Sementara itu, cluster 3 menunjukkan pola yang lebih khas, di mana sebagian provinsi memiliki kecenderungan menurun dan sebagian lainnya bertahan stabil pada kisaran tertentu, Secara keseluruhan, hasil pengelompokan ini memberikan gambaran tentang variasi kesejahteraan petani hortikultura antarprovinsi di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CLUSTER ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>519.53</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712295</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 11:34:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 11:48:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>