<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712271">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI DAN UPAYA KONSERVASI PADA SUB DAS LUT TAWAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hiwana Alfadhila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sub DAS Lut Tawar merupakan wilayah hulu DAS Krueng Peusangan yang memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan sistem hidrologi. Perubahan penggunaan lahan yang berlangsung secara intensif, peningkatan aktivitas pertanian dan permukiman, serta rendahnya penerapan praktik konservasi tanah dan air menyebabkan meningkatnya risiko erosi di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya erosi (TBE) serta merumuskan alternatif upaya konservasi tanah dan air yang sesuai dengan kondisi Sub DAS Lut Tawar. Pendekatan yang digunakan adalah integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Analisis besarnya erosi (A) dilakukan melalui perhitungan faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), serta faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi (CP) pada masing-masing satuan peta lahan (SPL). Hasil penelitian menunjukkan analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE), diketahui bahwa nilai TBE sebesar 0,02-0,99 termasuk ke dalam kategori sangat ringan. Nilai TBE yang berada pada kisaran 1,07–1,70 diklasifikasikan sebagai ringan, sedangkan nilai TBE sebesar 2,03 termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya, nilai TBE pada rentang 1,24 –8,00 menunjukkan tingkat bahaya erosi berat, dan nilai TBE sangat berat yaitu 12,95 hingga 65,17. Secara keseluruhan, pola TBE di lokasi tergolong tinggi, menunjukkan bahwa sebagian SPL berada pada kondisi yang rentan terhadap kerusakan tanah akibat erosi. Hal ini terutama dipengaruhi oleh kombinasi faktor laju erosi aktual yang sangat tinggi serta nilai erosi yang di toleransi (ETol) yang relatif rendah pada beberapa jenis tanah. Upaya konservasi tanah terdiri atas konservasi mekanik dan konservasi vegetatif. Konservasi mekanik meliputi penerapan terasering serta pengelolaan lahan searah kontur. Sementara itu, konservasi vegetatif dilakukan melalui penanaman tanaman penutup tanah. Penelitian ini dapat mendukung perencanaan pengelolaan Sub DAS Lut Tawar secara berkelanjutan dan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan konservasi tanah dan air.&#13;
Kata kunci: Tingkat bahaya erosi, Upaya konservasi, SIG, Sub DAS Lut Tawar&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WATER CONSERVATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LAND CONSERVATION</topic>
 </subject>
 <classification>333.731 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-20 14:04:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-20 15:21:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>