PENYIDIKAN PROSTITUSI ONLINE DENGAN PRAKTIK SEKS DI DALAM MOBIL (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENYIDIKAN PROSTITUSI ONLINE DENGAN PRAKTIK SEKS DI DALAM MOBIL (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BANDA ACEH)


Pengarang

REHAN JASRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aldisa Melissa, S.H., M.H. - 199107152022032015 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1903101010157

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Prodi Ilmu Hukum., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

345.025 34

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyidikan didefinisikan dalam Pasal 1 ayat (2) KUHAP, yang berisi
serangkaian langkah-langkah penyidik yang diatur dalam Undang-Undang untuk
mengumpulkan bukti, mengungkap kejadian pidana, dan mengidentifikasi pelakunya.
Penyidikan praktik prostitusi online semakin sulit dikarenakan perkembangan
teknologi komunikasi saat ini, dan terdapat beberapa kasus prostitusi online di
wilayah hukum Polresta Banda Aceh.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penyidikan yang
dilakukan oleh pihak kepolisian, kendala, serta upaya yang dihadapi oleh Kepolisian
Resor Kota Banda Aceh dalam menangani kasus prostitusi online dengan praktik seks
di dalam mobil.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum yuridis empiris. Data yang
digunakan adalah data primer yang didukung oleh data sekunder. Pengumpulan data
primer menggunakan cara studi lapangan dengan melakukan wawancara dan
observasi. Pengumpulan data sekunder menggunakan studi kepustakaan yang
diperoleh dari buku, peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan surat kabar.
Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan penyidikan pada
kasus Prostitusi Online di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Banda Aceh
menggunakan metode undercover. Metode ini tidak lagi efektif saat menangani kasus
seks di dalam mobil yang menjadi modus baru praktik prostitusi online di Kota
Banda Aceh. Praktik yang berpindah-pindah bahkan bisa sampai keluar kota
membuat pihak kepolisian susah untuk melacak pelaku. Sampai saat ini metode
undercover masih belum membuahkan hasil yang maksimal dan upaya kepolisian
hanya bisa sebatas melakukan razia pada malam hari di daerah yang terindikasi
terjadinya praktik seks di dalam mobil.
Disarankan agar Kepolisian meningkatkan efektivitas penyidikan prostitusi
online dengan praktik seks di dalam mobil melalui penguatan metode penyidikan
yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat koordinasi dan
kerja sama dengan instansi terkait guna mengatasi kendala dalam penegakan hukum
dan mencegah berkembangnya modus kejahatan serupa.

Investigation is defined in Article 1 paragraph (2) of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) as a series of actions undertaken by investigators in accordance with statutory provisions to collect evidence, clarify criminal events, and identify suspects. The investigation of online prostitution has become increasingly complex due to the rapid advancement of communication technology. Several cases of online prostitution have occurred within the jurisdiction of the Banda Aceh City Police Resort. This study aims to analyze the investigative process carried out by law enforcement authorities, as well as the obstacles and countermeasures encountered by the Banda Aceh City Police Resort in handling cases of online prostitution involving sexual activities conducted in motor vehicles. This research adopts an empirical juridical legal research approach. The data consist of primary data supported by secondary data. Primary data were obtained through field research conducted by means of interviews and direct observations. Secondary data were collected through library research, including legal regulations, textbooks, scientific journals, and mass media sources. The collected data were subsequently processed and analyzed using qualitative analytical methods. The findings of this study demonstrate that investigations of online prostitution cases within the jurisdiction of the Banda Aceh City Police Resort are primarily conducted using undercover techniques. However, such methods have proven to be less effective in addressing cases involving sexual activities in cars, which constitute a new modus operandi in online prostitution practices in Banda Aceh City. The highly mobile nature of these activities, which may extend beyond city boundaries, poses significant difficulties for law enforcement authorities in tracing and apprehending offenders. To date, undercover operations have not yielded optimal results, and law enforcement efforts remain largely limited to nighttime patrols and raids in areas suspected of being used for such activities. It is recommended that law enforcement agencies enhance the effectiveness of investigations into online prostitution involving sexual activities in vehicles by developing investigative methods that are more adaptive to technological advancements, as well as by strengthening inter-agency coordination and cooperation in order to address enforcement obstacles and prevent the proliferation of similar criminal practices.

Citation



    SERVICES DESK