Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN KONSEP METAFORA PADA VISUALISASI TARI RAPAI GELENG MENJADI MOTIF KHAS ACEH BARAT DAYA
Pengarang
SRI RAHMA FARDHILLAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Novita - 198011092006042001 - Dosen Pembimbing I
Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Dosen Pembimbing II
Nurbaiti - 197607082018012101 - Dosen Pembimbing III
Fadhilah - 196102111986032001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106104010041
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
746.44
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tari Rapai Geleng merupakan warisan budaya tak benda yang lahir di Kecamatan
Manggeng, Aceh Barat Daya, memadukan seni musik Rapai Debus dan Dalail
Khairat dengan harmonisasi gerakan ritmis yang sarat makna filosofis. Seiring
perkembangan globalisasi, generasi muda Aceh Barat Daya mengalami penurunan
pemahaman terhadap asal-usul tarian ini sebagai identitas budaya daerah. Penelitian
ini bertujuan mengeksplorasi penerapan konsep metafora visual dalam
mentransformasikan visualisasi tari Rapai Geleng menjadi motif tekstil khas Aceh
Barat Daya sebagai upaya inovatif pelestarian warisan budaya. Penelitian
menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan kualitatif,
melibatkan tahapan dokumentasi visual, pembuatan sketsa, stilisasi, dan
pengaplikasian warna simbolis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dokumentasi, dan eksperimen terapan. Subjek penelitian
berjumlah 4 orang, terdiri dari Majelis Adat Aceh, Dosen konsentrasi Tata Busana
PKK FKIP USK, serta Duta Wisata Aceh Barat Daya tahun 2024 dan 2025. Analisis
data dilaksanakan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan
penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep metafora berhasil
mentransformasikan gerakan tari temporal menjadi motif visual tetap dengan
mempertahankan esensi filosofis melalui penerjemahan atribut fisik, struktural, dan
emosional. Sembilan penari yang memegang alat musik Rapai pada gerakan
melingkar motif Rapai Geleng melambangkan sembilan kecamatan di Kabupaten
Aceh Barat Daya, mencerminkan kesatuan dan keharmonisan wilayah dalam ikatan
budaya yang kuat. Penelitian menghasilkan dua variasi motif Rapai Geleng yang
diintegrasikan dengan motif Padi Sigupai dan Rumpun Biluluk, menciptakan narasi
visual komprehensif tentang identitas budaya Aceh Barat Daya. Penerapan motif
pada produk fesyen dilakukan menggunakan teknik digital printing dengan kain
busway dan satin bridal, menghasilkan produk yang memenuhi standar estetika dan
fungsionalitas. Informan memberikan respons positif terhadap aspek pelestarian
budaya, kualitas desain, serta potensi pengembangan ekonomi kreatif dan
pariwisata daerah. Penelitian membuktikan bahwa transformasi seni pertunjukan ke
dalam media visual dapat dilakukan tanpa kehilangan makna filosofis,
menyediakan kerangka analitis bagi desainer dalam menciptakan motif tekstil
berbasis warisan budaya, berkontribusi pada pengembangan identitas visual daerah
dan pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya lokal di Aceh Barat Daya,
sekaligus berfungsi sebagai media edukasi efektif untuk memperkenalkan kembali
warisan budaya tari Rapai Geleng kepada generasi muda melalui produk fesyen
yang relevan dan diminati.
Kata kunci: Konsep metafora visual, Tari Rapai Geleng, Motif khas Aceh Barat
Daya
Rapai Geleng dance constitutes an intangible cultural heritage originating from Manggeng District, Aceh Barat Daya, amalgamating the musical art of Rapai Debus and Dalail Khairat with rhythmic movements imbued with philosophical significance. Concurrent with globalization, younger generations in Aceh Barat Daya experience declining comprehension regarding this dance as regional cultural identity. This research explores visual metaphor application in transforming Rapai Geleng dance visualization into distinctive textile motifs of Aceh Barat Daya as an innovative cultural heritage preservation endeavor. The research employs applied experimental methods with qualitative approaches, encompassing visual documentation, sketching, stylization, and symbolic color application. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, documentation, and applied experiments. Research subjects numbered four individuals: the Aceh Customary Council, a fashion design lecturer from Family Welfare Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University, and Aceh Barat Daya Tourism Ambassadors for 2024 and 2025. Data analysis was executed descriptively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings demonstrate that metaphor concepts successfully transformed temporal dance movements into permanent visual motifs while maintaining philosophical essence through physical, structural, and emotional attribute translation. Nine dancers holding Rapai musical instruments in the circular movement of the Rapai Geleng motif symbolize nine districts in Aceh Barat Daya Regency, reflecting regional unity and harmony within strong cultural bonds. The research produced two Rapai Geleng motif variations integrated with Padi Sigupai and Rumpun Biluluk motifs, creating comprehensive visual narratives concerning Aceh Barat Daya cultural identity. Motif application on fashion products utilized digital printing techniques with busway and satin bridal fabrics, yielding products fulfilling aesthetic and functionality standards. Informants provided positive responses regarding cultural preservation aspects, design quality, and potential for creative economy and regional tourism development. The research substantiates that performing arts transformation into visual media can be accomplished without philosophical meaning loss, providing analytical frameworks for designers in creating cultural heritage-based textile motifs, contributing to regional visual identity development and culture-based creative industry growth in Aceh Barat Daya, while functioning as an effective educational medium to reintroduce Rapai Geleng dance cultural heritage to younger generations through relevant and appealing fashion products. Keywords: Visual metaphor concept, Rapai Geleng dance, Distinctive Motif of Aceh Barat Daya
PERUBAHAN GERAK TARI RAPAI GELENG DI SANGGAR BUJANG JUARA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (SUCCY NOVIDA ZIA MUSNA, 2025)
1 RN RNPENGEMBANGAN MINAT SISWA SMA NEGERI 1 ACEH BARATRNDAYA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULERRNALAT MUSIK TRADISIONAL ACEH (SASKI AQIASSILFITRI, 2022)
POSES REGENERASI TARI RAPAI GELENG PADA SANGGAR BUJANG JUARA DI MANGGENG RAYA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (SITI ASYURA, 2025)
PESAN MORAL DALAM SYAIR RAPAI GELENG DI TANGAN-TANGAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (NURUL FIKHA, 2026)
ANALISIS UNSUR GERAK TARI RAPA’I GELENG INONG PADA SANGGAR CICEM PALA DUSPA DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN (Ikhsanul Kurniawan, 2023)