<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712009">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIFITAS KOMUNITAS BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dedi Sartana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kompetensi pedagogik guru merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam membangun proses belajar yang bermakna, aktif, dan kontekstual. Namun, sekolah dasar di daerah pedesaan masih menghadapi berbagai keterbatasan seperti minimnya pelatihan profesional, kurangnya sarana teknologi, dan terbatasnya dukungan kelembagaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas komunitas belajar dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di tiga SD Negeri Kecamatan Simeulue Timur (SDN 4, SDN 11, dan SDN 12) selama tahun 2025 dengan melibatkan 13 informan, terdiri atas tiga kepala sekolah, tiga ketua komunitas belajar, enam guru, dan satu pengawas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan komunitas belajar, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunitas belajar terbentuk melalui perencanaan partisipatif, implementasi kolaboratif, dan refleksi terarah yang berorientasi pada peningkatan kompetensi pedagogik guru. Faktor pendukung utama mencakup kepemimpinan kepala sekolah yang transformasional, motivasi intrinsik guru, serta dukungan kebijakan Merdeka Belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, sarana pendukung, dan variasi partisipasi anggota komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas belajar berperan efektif sebagai wadah pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru di daerah pedesaan. Rekomendasi diarahkan pada penguatan dukungan kelembagaan dan pengembangan model komunitas belajar digital yang adaptif dan kontekstual bagi guru di wilayah terpencil.&#13;
Kata kunci: Efektivitas, Komunitas belajar, kompetensi pedagogik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHER QUALIFICATIONS</topic>
 </subject>
 <classification>371.12</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 15:41:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-11 11:26:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>