<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712001">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ENDOPARASIT DAN EKTOPARASIT PADA TIKUS GOT (RATTUS SP.) DI PELABUHAN SABANG, KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RANGGA WIGUNA HARIANJA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulau Sabang merupakan wilayah kepulauan strategis yang memiliki aktivitas pelabuhan dengan mobilitas kapal keluar masuk yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi jalur masuk tikus pembawa agen penyebab penyakit zoonosis. Tikus berperan sebagai reservoir berbagai parasit, seperti cacing dan protozoa. Keberadaan ektoparasit dan endoparasit pada tikus di Pelabuhan Sabang penting untuk dikaji karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit dan endoparasit pada tikus yang tertangkap di Pelabuhan Sabang. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan menggunakan mikroskop stereo berdasarkan ciri morfologi, sedangkan identifikasi endoparasit dilakukan melalui beberapa metode, yaitu metode sentrifus untuk mendeteksi telur cacing dan ookista, metode Ziehl–Neelsen untuk melihat protozoa tahan asam, serta metode gerusan organ untuk mendeteksi parasit di dalam jaringan. Berdasarkan hasil identifikasi terhadap 30 ekor tikus got di Pelabuhan Sabang, ditemukan endoparasit berupa Hymenolepis nana dengan prevalensi sebesar 10%, Hymenolepis diminuta sebesar 26,6%, dan Strongyloides ratti sebesar 56,6%. Sementara itu, ektoparasit yang ditemukan adalah pinjal Xenopsylla cheopis dengan prevalensi sebesar 10% dan tungau Laelaps echidninus sebesar 6,6%. Hymenolepis nana dan Hymenolepis diminuta telah terbukti dapat menginfeksi manusia atau bersifat zoonosis. Penularan pada manusia dapat terjadi melalui lingkungan yang terkontaminasi feses tikus, serta melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Sementara itu, Strongyloides ratti hingga saat ini belum dilaporkan dapat menginfeksi manusia, namun tingginya tingkat infeksi dapat menjadi indikator sanitasi lingkungan yang buruk di lokasi penelitian. Ektoparasit Xenopsylla cheopis dan Laelaps echidninus menginfeksi manusia melalui gigitan yang menimbulkan alergi dan ruam-ruam. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kebersihan lingkungan serta mengurangi kontak dengan tikus untuk mengurangi risiko penularan penyakit zoonosis.&#13;
Kata kunci: Endoparasit, ektoparasit, pelabuhan, Sabang, dan tikus got&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RATS ( RATTUS )</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ZOONOSES - ANIMALS -  VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ENDOPARASITIC DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 695 9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712001</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 13:54:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-11 09:43:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>