<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711975">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ZONA LEMAH MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI TERHADAP ANCAMAN LONGSOR DI DESA NEUHEUN, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Arifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Desa Neuheun, Kabupaten Aceh Besar merupakan wilayah dengan kondisi topografi berbukit hingga curam yang memiliki potensi tinggi terhadap terjadinya bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan serta menentukan zona lemah berdasarkan kecepatan rambat gelombang seismik menggunakan metode seismik refraksi. Pengukuran dilakukan pada tiga lintasan dengan kelurusan searah dengan kelerengan. Setiap lintasan memiliki 24 geophone dengan masing-masing 3 meter, dengan tujuh shoot point perlintasan. Dari tiap shoot dilakukan picking untuk gelombang yang kemudian menghasilkan kurva travel time menggunakan software Seislmager untuk menghasilkan penampang kecepatan gelombang seismik dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas dua lapisan bawah permukaan. Lapisan pertama memiliki nilai kecepatan gelombang P berkisar antara 333–367 m/s yang diinterpretasikan sebagai zona lemah. Lapisan kedua memiliki kecepatan gelombang P sekitar 584–982 m/s yang diinterpretasikan sebagai tanah lepas dan pasir jenuh. Zona dengan nilai kecepatan gelombang rendah diidentifikasi sebagai zona lemah yang berpotensi meningkatkan kerawanan tanah longsor di daerah penelitian dan zona tersebut terletak pada lintasan 2. Dengan sudut elevasi lintasan 1 dan 2 masuk kategori agak curam sedangkan lintasan 3 masuk ketegori landai.&#13;
Kata kunci: seismik refraksi, kecepatan gelombang P, zona lemah, tanah longsor, Desa Neuheun.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LANDSLIDES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEISMIC WAVES</topic>
 </subject>
 <classification>551.307</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711975</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-09 21:39:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 10:53:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>