<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711967">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU SISWA SMA DALAM BERLALU LINTAS DI KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUSTAKIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar menunjukkan tren yang&#13;
mengkhawatirkan, yang tidak hanya dipicu oleh ketidakpatuhan individu tetapi juga&#13;
dipengaruhi oleh faktor sosiokultural dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk (1) mengetahui pemahaman siswa terhadap aturan lalu lintas, (2)&#13;
mendeskripsikan perilaku berkendara mereka, serta (3) menganalisis peran guru&#13;
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membentuk kesadaran&#13;
hukum siswa di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap&#13;
10 siswa kelas X dan XI di SMAN 1 dan SMAN 4 Aceh Tengah. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa: (1) pemahaman siswa terhadap aturan lalu lintas secara&#13;
teoretis tergolong baik; (2) perilaku siswa di lapangan masih diwarnai pelanggaran&#13;
yang disebabkan oleh normalisasi sosial, di mana lingkungan cenderung&#13;
memaklumi pelanggaran di bawah umur sebagai kewajaran budaya; dan (3) guru&#13;
PPKn berperan krusial dalam melakukan perbaikan nilai tersebut melalui&#13;
pembinaan disiplin dan keteladanan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan&#13;
bahwa: (1) pemahaman kognitif siswa belum menjamin kepatuhan hukum karena&#13;
kuatnya pengaruh kebiasaan di lingkungan sosial; (2) pelanggaran lalu lintas&#13;
merupakan dampak dari budaya hukum masyarakat yang masih rendah; dan (3)&#13;
peran guru PPKn memerlukan dukungan sistemik dari lingkungan sekolah dan&#13;
keluarga. Sebagai saran: (1) perlu adanya sinergi antara sekolah dan orang tua untuk&#13;
mengubah norma sosial terkait tertib lalu lintas; (2) kepolisian perlu meningkatkan&#13;
pendekatan persuasif di lingkungan pendidikan; dan (3) bagi peneliti selanjutnya,&#13;
disarankan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh lingkungan pergaulan&#13;
dan media massa terhadap persepsi hukum remaja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHARACTER EDUCATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TRAFFIC VIOLATIONS</topic>
 </subject>
 <classification>370.114</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711967</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-09 16:22:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 11:16:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>