<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711933">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA LAPISAN DERMIS KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nazwa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak etanol kulit buah kopi arabika (Coffea arabica L.) dalam mempercepat penyembuhan luka bakar pada lapisan dermis kulit mencit dan menentukan konsentrasi krim ekstrak kulit buah kopi arabika terbaik terhadap tingkat regenerasi jaringan kulit mencit yang mengalami luka bakar. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 25 ekor mencit berumur 3 bulan dengan rerata berat badan 30 g. Luka bakar diameter 1 cm dibuat pada daerah paravertebral. Mencit diberi perlakuan berupa K-, K+, K1, K2, dan K3, masing-masing menggunakan basis krim (K-), sulfadiazine (K+), krim ekstrak kulit buah kopi arabika 1% (KI), 3% (K2), dan 5% (K3). Pengobatan berupa pengolesan krim sesuai perlakuan sebanyak dua kali sehari selama 14 hari. Pembuatan sediaan histologis menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoxylin eosin. Parameter yang dilihat yaitu jumlah pembuluh darah baru, sel fibroblas, folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat dan ketebalan jaringan granulasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit buah kopi arabika terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka bakar pada lapisan dermis kulit mencit ditandai dengan peningkatan neovaskularisasi, perbaikan struktur kulit dan pembentukan jaringan granulasi, di mana konsentrasi 3% optimal pada fase remodeling melalui pembentukan pembuluh darah baru dan penurunan fibroblas, sedangkan konsentrasi 5% menunjukkan efektivitas terbaik secara menyeluruh dengan peningkatan ketebalan jaringan granulasi serta perbaikan struktur jaringan kulit. Secara keseluruhan, pemberian krim ekstrak kulit buah kopi arabika mampu meningkatkan proses regenerasi jaringan melalui peningkatan neovaskularisasi, pematangan jaringan granulasi dan perbaikan struktur kulit pada area luka bakar.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Luka bakar, kulit, krim, kopi arabika</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BURNS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WOUNDS - BIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>571.975</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711933</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-09 11:18:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-09 15:36:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>