<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711855">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN NARATIF PADA MUSEUM TSUNAMI ACEH SEBAGAI OBJEK EDUKASI BENCANA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitria Larasati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji narasi arsitektur Museum Tsunami Aceh sebagai media edukasi bencana yang dirancang untuk menyampaikan pengalaman ruang, pengetahuan kebencanaan, serta nilai emosional dan moral bagi pengunjung. Museum ini dibangun sebagai respons atas bencana tsunami 26 Desember 2004 dan telah berkembang menjadi ruang memorial sekaligus pusat pembelajaran mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk narasi yang disampaikan museum, menentukan media bercerita yang paling dominan, serta menganalisis pengaruh narasi terhadap pemahaman perilaku tanggap bencana pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratologi museum melalui observasi partisipatif, pemetaan lapisan narasi, serta wawancara terstruktur terhadap 11 responden yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan menggunakan tiga tingkat narasi, naratif, dan story untuk mengungkap relasi antara ruang, simbol, media visual, suara, dan pengalaman emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum menghadirkan lima narasi utama yaitu narasi spasial, narasi visual dan simbolik, narasi auditori, narasi dokumenter dan edukatif, dan narasi emosional dan moral. Dari kelima narasi tersebut, narasi spasial dan visual simbolik merupakan media bercerita yang paling dominan, karena membentuk pengalaman imersif melalui alur ruang, atmosfer, pencahayaan, dan bentuk-bentuk simbolis yang merepresentasikan kejadian tsunami. Temuan lebih lanjut memperlihatkan bahwa narasi yang disampaikan museum berpengaruh signifikan terhadap pemahaman pengunjung mengenai kesiapsiagaan bencana, baik pada aspek kognitif, afektif, maupun reflektif. Penelitian ini menegaskan bahwa Museum Tsunami Aceh berperan sebagai medium komunikasi multidimensional yang efektif dalam membangun kesadaran mitigasi bencana melalui arsitektur naratif.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Museum Tsunami, Narasi Museum, Mitigasi Bencana, Narasi Arsitektur.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EDUCATIONAL MEDIA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MUSEUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISASTERS - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>727.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711855</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 16:20:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-05 09:53:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>