<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711837">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ZONA LEMAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D DI DESA NEUHEUN, ACEH BESAR UNTUK ANCAMAN LONGSOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Najmi Nasriyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran nilai resistivitas bawah permukaan, mengidentifikasi zona lemah yang berpotensi sebagai bidang gelincir, serta menganalisis keterkaitannya dengan ancaman longsor di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah geolistrik resistivitas 2D dengan konfigurasi Wenner–Schlumberger pada dua lintasan berarah barat–timur sepanjang 200 meter dengan spasi antar elektroda 10 meter. Data hasil pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak Res2Dinv hingga iterasi ke-25, dengan nilai RMS error masing-masing sebesar 18,7% dan 25,3%. Hasil pemodelan menunjukkan nilai resistivitas bawah permukaan berkisar dari rendah hingga tinggi, yang mencerminkan variasi kondisi material bawah permukaan. Zona lemah bawah permukaan teridentifikasi pada lapisan dengan nilai resistivitas rendah hingga menengah, yaitu sekitar 6,4–209 Ωm, yang diinterpretasikan sebagai material lempung dan hasil pelapukan jenuh air. Zona ini berkembang pada kedalaman sekitar 5–20 meter dari permukaan dan berada di atas lapisan batuan dasar yang lebih resistif. Keberadaan zona lemah jenuh air di atas lapisan impermeabel memungkinkan terjadinya akumulasi air tanah dan peningkatan tekanan air pori, sehingga menurunkan kestabilan lereng. Berdasarkan hasil tersebut, daerah penelitian memiliki potensi longsor sedang hingga tinggi, terutama pada kondisi curah hujan tinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RESISTIVITY IN SEMICONDUCTORS</topic>
 </subject>
 <classification>537.622 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 10:51:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 11:00:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>