Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS DESAIN SAYEMBARA MUSEUM TSUNAMI ACEH: ARSITEKTUR SEBAGAI MEMORIAL
Pengarang
Muhammad Faris Darfia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Mirza Irwansyah - 196205261987101001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2204204010030
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
727.6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana arsitek merumuskan konsep arsitektur memorial dalam perancangan bangunan memorial bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengkaji makna, simbol, dan pengalaman ruang yang tidak dapat diukur melalui pendekatan kuantitatif. Analisis dilakukan terhadap beberapa pendekatan desain memorial berdasarkan aspek emosional, simbol budaya, narasi ruang, dan pesan edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Rumoh Aceh as Escape Hill merupakan pendekatan paling seimbang karena mampu menghadirkan pengalaman emosional yang kuat, simbol budaya yang jelas, serta pesan edukasi kebencanaan yang efektif. Desain Love Concept menekankan kedekatan emosional, Memory by Moving mengedepankan perjalanan spasial sebagai media ingatan, sementara Struktur Gampong membangun suasana perkampungan sebagai representasi memori kolektif. Namun, kekuatan arsitektur memorial sangat bergantung pada keterbacaan simbol dan kemampuan ruang dalam membangkitkan pengalaman inderawi pengunjung. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan desain arsitektur memorial yang mengintegrasikan identitas budaya, ketangguhan, dan resiliensi, serta menawarkan interpretasi baru terhadap Museum Tsunami Aceh sebagai arsitektur yang merepresentasikan memori, ketangguhan, dan makna budaya.
Kata Kunci: Arsitektur memorial, Museum Tsunami Aceh, memori kolektif, identitas budaya, resiliensi
This study aims to find out how architects design in realizing memorial architecture by identifying and analyzing the memorial architectural approach in formulating the concept of disaster memorial buildings. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Qualitative research is used to investigate, discover, describe, and explain the quality or characteristics of social influences that cannot be explained, measured, or illustrated through a quantitative approach. Rumoh Aceh as escape hill is ranked top because it is the most balanced: its emotions are palpable, its cultural symbols are clear, and its educational message is strong. "Love Concept" is more intimate, "Memory by Moving" emphasizes spatial journey, "Village Structure" evokes a village atmosphere, but the power of the memorial still depends on how clearly the symbols are read and how deeply the space touches the senses. The findings provide insight for architects and urban planners to design memorial spaces that integrate cultural identity, resilience, and community education. This study offers a new interpretation of the Aceh Tsunami Museum as architecture that embodies memory, resilience, and cultural meaning and recommends architects to design future memorial buildings with the goal of ensuring it remains memorable and becomes a symbol for the surrounding community. Keywords: Memorial architecture, Aceh Tsunami Museum, collective memory, cultural identity, resilience
PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH DAN BUDAYA KABUPATEN PIDIE (MUHAMMAD ILHAM ABRAR, 2020)
MUSEUM ARSITEKTUR DI ACEH (HADANA SIWANGGI, 2020)
KAJIAN NARATIF PADA MUSEUM TSUNAMI ACEH SEBAGAI OBJEK EDUKASI BENCANA (Fitria Larasati, 2026)
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI INFOGRAFIS MUSEUM TSUNAMI ACEH MENGGUNAKAN ADOBE ILLUSTRATOR DAN ADOBE AFTER EFFECTS (Nisya Kharina, 2019)
ANALISIS PENILAIAN WISATAWAN BENCANA TERHADAP CITRA PARIWISATA ACEH (SURVEY PADA WISATAWAN MUSEUM TSUNAMI TAHUN 2017) (NUZURA, 2017)