HUBUNGAN RESILIENSI KELUARGA DAN KERENTANAN PSIKOLOGIS PADA GENERASI Z | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN RESILIENSI KELUARGA DAN KERENTANAN PSIKOLOGIS PADA GENERASI Z


Pengarang

Ghina Tsabitah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Marty Mawarpury - 198203132008012008 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101130024

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

155.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Generasi Z merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat berbagai perubahan sosial, akademik, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang pesat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya kerentanan psikologis, salah satunya ide bunuh diri. Keluarga sebagai lingkungan terdekat memiliki peran penting dalam membentuk ketahanan psikologis individu melalui resiliensi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi keluarga dan ide bunuh diri pada generasi Z di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 350 generasi Z berusia 13–28 tahun yang masih memiliki atau tinggal bersama keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan non- probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) untuk mengukur ide bunuh diri dan Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ-9) untuk mengukur resiliensi keluarga. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan Jefferey’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara resiliensi keluarga dan kerentanan psikologis yang memunculkan ide bunuh diri pada generasi Z. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi resiliensi keluarga, maka semakin rendah tingkat ide bunuh diri pada generasi Z.
Kata Kunci: Resiliensi keluarga; ide bunuh diri; generasi Z; kerentanan psikologis; keluarga

Generation Z is an age group that is vulnerable to psychological distress due to various social, academic, and economic changes, as well as rapid technological development. These conditions increase the risk of psychological vulnerability, including suicidal ideation. As the closest social environment, the family plays a crucial role in shaping individual psychological resilience through family resilience. This study aims to examine the relationship between family resilience and suicidal ideation among generation Z in Aceh Province. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The participants consisted of 350 generation Z individuals aged 13–28 years who still had or lived with their families. A non-probability sampling technique was used. Data were collected using the Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) to measure suicidal ideation and the Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ-9) to assess family resilience. Data analysis was conducted using the Pearson Product–Moment correlation test with the assistance of Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP). The results indicated a negative relationship between family resilience and psychological vulnerability manifested as suicidal ideation among generation Z. These findings suggest that higher levels of family resilience are associated with lower levels of suicidal ideation among generation Z. Keywords: Resilience; Suicide Ideation; generation Z; psychological vulnerability; family

Citation



    SERVICES DESK