<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711753">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN RESILIENSI KELUARGA DAN KERENTANAN PSIKOLOGIS PADA GENERASI Z</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ghina Tsabitah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Generasi Z merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat berbagai perubahan sosial, akademik, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang pesat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya kerentanan psikologis, salah satunya ide bunuh diri. Keluarga sebagai lingkungan terdekat memiliki peran penting dalam membentuk ketahanan psikologis individu melalui resiliensi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi keluarga dan ide bunuh diri pada generasi Z di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 350 generasi Z berusia 13–28 tahun yang masih memiliki atau tinggal bersama keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan non- probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) untuk mengukur ide bunuh diri dan Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ-9) untuk mengukur resiliensi keluarga. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan Jefferey’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara resiliensi keluarga dan kerentanan psikologis yang memunculkan ide bunuh diri pada generasi Z. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi resiliensi keluarga, maka semakin rendah tingkat ide bunuh diri pada generasi Z. &#13;
Kata Kunci: Resiliensi keluarga; ide bunuh diri; generasi Z; kerentanan psikologis; keluarga</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENTS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711753</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 16:45:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-03 15:21:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>