PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) TERHADAP MASKULINISASI LARVA IKAN MOLLY (POECILIA SPHENOPS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) TERHADAP MASKULINISASI LARVA IKAN MOLLY (POECILIA SPHENOPS)


Pengarang

RISNA NADIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Dara Dewi - 199112092022032009 - Dosen Pembimbing I
Siti Maulida - 199411092021022101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2111102010089

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

639.311

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ikan molly (Poecilia sphenops) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam penjualan ikan hias global. Ikan molly bersifat vivipar, yaitu ikan yang berkembang biak dengan cara melahirkan larva. Permasalahan yang sering dihadapi pada pemijahan ikan molly adalah Persentase benih ikan molly jantan yang di hasilkan umumnya lebih rendah di bandingkan benih ikan molly betina. Maskulinisasi adalah upaya pengarahan kelamin larva untuk meningkatkan persentase benih ikan molly jantan. Buah pare (Momordica charantia) merupakan bahan alami mengandung senyawa alkaloid, saponin, charantin, steroid dan flavonoid yang berpontensi mendukung proses maskulinisasi ikan molly. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak buah pare dengan dosis yang berbeda terhadap persentase jenis kelamin ikan molly. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu tanpa penambahan ekstrak buah pare P0 (kontrol), pemberian ekstrak buah pare dosis 2,5 ml/L (P1), dosis 5 ml/L (P2), dosis 7,5 ml/L (P3), dosis 10 ml/L (P4). Perendaman dilakukan pada larva ikan molly selama 16 jam, sedangkan lama pemeliharaan ikan molly pasca perendaman adalah 49 hari. Hasil penelitian terbaik pada nisbah kelamin ikan diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 10 ml/L 79,90%, tingkat kelangsungan hidup (P1) 95%, pertumbuhan panjang mutlak (P2) dengan dosis 5 ml/L 16,01mm, pertumbuhan bobot mutlak (P2) dengan dosis 5 ml/L 0,19 g. Kualitas air pada penelitian ini dengan nilai pH berkisar antara 7,88–8,13, nilai suhu berkisar 28,7–30ºC, sedangkan pada nilai DO diperoleh berkisar antara 3,5–5,8 mg/L.

Kata Penting: Benih, Ikan Hias, Buah Pare

Molly fish (Poecilia sphenops) are a type of freshwater ornamental fish that have high economic value in the global ornamental fish trade. Molly fish are viviparous, meaning they reproduce by giving birth to larvae. A common problem encountered in molly fish breeding is that the percentage of male molly fish fry produced is generally lower than that of female molly fish fry. Masculinization is an effort to direct the sex of the fry to increase the percentage of male molly fish fry. Bitter melon (Momordica charantia) is a natural ingredient containing alkaloids, saponins, and flavonoids that have the potential to support the molly fish masculinization process. The purpose of this study was to determine the effect of soaking molly fish in different doses of bitter melon extract on their sex ratio. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates, namely without the addition of bitter melon fruit extract P0 (control), administration of bitter melon fruit extract at a dose of 2,5 ml/L (P1), a dose of 5 ml/L (P2), a dose of 7,5 ml/L (P3), and a dose of 10 ml/L (P4). The molly fish larvae were immersed for 16 hours, while the molly fish were maintained for 49 days after immersion. The best research results for fish sex ratio were obtained in treatment (P4) with a dose of 10 ml/L at 79,90%, survival rate (P1) at 95%, absolute length growth (P2) with a dose of 5 ml/L at 16,01 mm, and absolute weight growth (P2) with a dose of 5 ml/L at 0,19 g. The water quality in this study had a pH value ranging from 7,88–8,13, a temperature ranging from 28.7–30ºC, and a DO value ranging from 3,5–5,8 mg/L. Keywords: Molly, Larva, Masculinization, Bitter Melon

Citation



    SERVICES DESK