<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711695">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POTENSI EKSTRAK METANOL DAUN CEMPAKA KUNING (MAGNOLIA CHAMPACA L.) SEBAGAI ANTIKANKER PARU-PARU SECARA IN SILICO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PERMATA AYUNDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum ditemukan dan memiliki tingkat kematian tertinggi di dunia, dengan tipe yang paling banyak ditemukan yaitu Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) yang mencakup 85% dari seluruh kasus kanker paru-paru. Saat ini, pengobatan kanker paru-seperti kemoterapi sering menimbulkan resistensi bawaan, sehingga dibutuhkan alternatif pengobatan lainnya. Pengobatan dengan bahan alam bisa menjadi salah satu alternatif karena bersifat multitarget, memiliki efek samping yang minimal, dan efektivitas yang baik. Salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk pengobatan kanker yaitu cempaka kuning (Magnolia champaca L.), terutama bagian daunnya karena mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antikanker. Namun, potensi daun cempaka kuning sebagai anti NSCLC perlu dikaji lebih lanjut menggunakan pendekatan in silico. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil senyawa aktif dari ekstrak metanol daun cempaka kuning menggunakan GC-MS dan menganalisis potensinya terhadap NSCLC melalui analisis in silico (network pharmacology dan molecular docking). Analisis fisikokimia dan farmakokinetik berhasil mengidentifikasi 11 senyawa aktif hasil GC-MS yang memenuhi syarat untuk dilakukan analisis in silico. Analisis network pharmacology menunjukkan bahwa senyawa aktif ekstrak metanol daun cempaka kuning berpotensi sebagai agen terapeutik NSCLC melalui penghambatan terhadap protein EGFR pada jalur pensinyalan ErbB. Sementara itu, hasil analisis molecular docking menunjukkan bahwa senyawa Aspidospermidin-17-ol, 1-acetyl-19,21-epoxy-15,16-dimethoxy- merupakan senyawa yang paling potensial sebagai antikanker NSCLC karena memiliki afinitas pengikatan lebih baik terhadap EGFR (-8,2 kkal/mol), dibandingkan dengan ligan kontrol (Erlotinib) (-7.8 kkal/mol) dan ligan uji lainnya.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Daun Magnolia champaca L., EGFR, Molecular docking, Network pharmacology, dan NSCLC&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LUNG CANCER - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711695</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 11:44:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 16:10:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>