PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KINERJA TERMAL PADA PERUMAHAN PALAPA VILLAGE LHOKSEUMAWE, ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KINERJA TERMAL PADA PERUMAHAN PALAPA VILLAGE LHOKSEUMAWE, ACEH


Pengarang

Rifar Manani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Nursaniah - 196810131999032002 - Dosen Pembimbing I
Irin Caisarina - 197605182005012002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2304204010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.402

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan iklim ditandai dengan peningkatan suhu permukaan bumi menuntut desain bangunan yang mampu menjaga keberlanjutan dan kenyamanan termal. Konsep Arsitektur Hijau menjadi solusi melalui pengelolaan energi pasif dan optimalisasi interaksi bangunan dengan iklim. Namun, masih ditemukan akibat kurangnya perhatian pada faktor desain, terutama orientasi yang mengatur masuknya radiasi matahari dan aliran udara alami. Kondisi tersebut terlihat pada rumah tipe 36 di Lhokseumawe, yang dibangun tanpa mempertimbangkan arah mata angin sehingga mengalami panas berlebih dan ketergantungan pendingin udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi bangunan terhadap kenyamanan termal pada rumah tinggal di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan teknik survei dan observasi langsung pada 4 unit rumah. Parameter diukur meliputi suhu udara dalam ruang dan kelembaban, sedangkan kinerja termal dievaluasi menggunakan kuesioner berbasis persepsi termal. Orientasi bangunan diklasifikasikan berdasarkan arah mata angin untuk menilai tingkat paparan radiasi matahari. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara orientasi bangunan dan kinerja termal, serta menghasilkan rekomendasi desain yang dapat meningkatkan kenyamanan termal sekaligus mendorong efisiensi energi pada perumahan serupa di masa depan.

Climate change, characterized by an increase in global surface temperature, demands building designs that ensure both environmental sustainability and thermal comfort. The Green Architecture concept offers a solution through the application of passive energy strategies and the optimization of building climate interaction. However, thermal discomfort is still found due to limited attention to design factors, particularly building orientation, which regulates solar radiation exposure and natural airflow. This condition is evident in type 36 houses in Lhokseumawe, which are constructed without considering cardinal directions, resulting in excessive indoor heat and dependence on air conditioning systems. This study aims to analyze the influence of building orientation on thermal comfort in residential houses within the region. A quantitative approach was employed using survey techniques and direct field observations on 4 housing units. The measured parameters included indoor air temperature and humidity, while thermal performance was evaluated through perception based questionnaires. Building orientation was classified according to cardinal directions to assess the level of solar radiation exposure. The findings indicate a relationship between building orientation and thermal performance, and further provide design recommendations to enhance thermal comfort while promoting energy efficiency in future housing developments.

Citation



    SERVICES DESK