<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711663">
 <titleInfo>
  <title>ADAPTABILITAS RUANG BERSAMA SEBAGAI STRATEGI OPTIMALISASI HUNIAN TIPE 36 PASCA BENCANA (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PERUMAHAN AMCOR, GAMPONG NEUHEUN, KABUPATEN ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muazzah Shavira Yusuf</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perumahan tipe 36 banyak diterapkan di Indonesia karena sifatnya yang sederhana dan terjangkau, termasuk sebagai hunian pascabencana. Namun, desainnya belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan jangka panjang penghuni, terutama ketika terjadi penambahan jumlah anggota keluarga. Keterbatasan ruang paling dirasakan terdapat pada ruang bersama, yang merujuk pada teras, ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Hal ini ditinjau karena ruang-ruang ini berfungsi sebagai pusat aktivitas rumah tangga, sehingga penghuni melakukan berbagai bentuk adaptasi untuk mengoptimalkan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan ruang bersama serta menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan oleh penghuni di Perumahan Amcor, Gampong Neuheun, Kabupaten Aceh Besar yang merupakan sebuah perumahan pasca bencana tsunami yang telah ditempati setelah tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentas, serta teori adaptasi yang berisikan 6 bentuk adaptasi, yaitu adjustable, versatile, refitable, convertible, scalable, dan movable yang digunakan untuk menganalisis bentuk strategi adaptasi ruang yang dilakukan pada hunian tipe 36 di Perumahan Amcor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ruang bersama mengalami berbagai bentuk adaptasi pada setiap sampel rumah yang diteliti, serta pola adaptasi yang terjadi berupa adjustable (penataan ulang furniture), versatile (perubahan layout ruang), convertible (perubahan fungsi ruang), dan scalable (penambahan konstruksi). Studi ini menekankan pentingnya memasukkan prinsip-prinsip desain adaptif ke dalam kebijakan bantuan perumahan di masa depan, untuk memastikan fleksibilitas bagi kondisi kehidupan pascabencana yang terus berkembang.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Perumahan tipe 36, perumahan pasca bencana, adaptive space, optimalisasi ruang</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HOUSING RENEWAL - AREA PLANNING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DWELLINGS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>728</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711663</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-31 22:57:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-04 16:14:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>