<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711656">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN ZONASI KESESUAIAN LAHAN TAMBAK UNTUK BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (LITPANAEUS VANNAMEI) BERBASIS KUALITAS AIR DI KECAMATAN SIMPANG MAMPLAM, BIREUEN.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fajar Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) memerlukan kondisi lingkungan yang &#13;
optimal, khususnya kualitas air, untuk mendukung produktivitas yang tinggi dan berkelanjutan. &#13;
Kecamatan Simpang Mamplam memiliki potensi pengembangan tambak udang, namun tingkat &#13;
kesesuaian lahannya berdasarkan kondisi kualitas air belum terpetakan secara spasial. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zonasi kesesuaian lahan tambak udang vannamei di &#13;
Kecamatan Simpang Mamplam berdasarkan parameter kualitas air menggunakan metode &#13;
skoring dan overlay spasial. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen &#13;
terlarut (DO), amonia (NH₃), nitrit (NO₂), dan total padatan tersuspensi (TSS). Setiap &#13;
parameter diberi skor 1–4 (tidak sesuai, sesuai bersyarat, sesuai, dan sangat sesuai) berdasarkan &#13;
kriteria kesesuaian budidaya, kemudian diintegrasikan menggunakan Sistem Informasi &#13;
Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta zonasi kesesuaian lahan. Hasil menunjukkan bahwa &#13;
18,75% lokasi tergolong sangat sesuai (S1), 56,25% sesuai (S2), 12,5% sesuai bersyarat (S3), &#13;
dan 12,5% tidak sesuai (N). Parameter kualitas air yang menjadi faktor pembatas utama adalah &#13;
salinitas serta senyawa nitrogen (amonia dan nitrit). Pemetaan zonasi berbasis kualitas air ini &#13;
menegaskan pentingnya pengelolaan tambak secara spasial dan berbasis lingkungan guna &#13;
mendukung pengembangan budidaya udang vannamei yang berkelanjutan, serta dapat &#13;
dijadikan acuan perencanaan tambak di wilayah pesisir lainnya. &#13;
Kata Kunci: Peta zonasi, Udang vannamei, Kualitas air, SIG, Simpang Mamplam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHRIMPS - CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>639.68</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711656</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-31 18:20:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 11:44:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>