<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711643">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN WALKABILITY INDEX  (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH, ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fahrurrazi Syukri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pusat Kota Baru merupakan kawasan pengembangan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan wilayah, yang secara administratif mencakup Kecamatan Banda Raya dan Kecamatan Lueng Bata serta diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru dengan fungsi pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat walkability jalur pejalan kaki dan merumuskan prioritas peningkatan kualitas berdasarkan preferensi pengguna dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan kuesioner kepada 110 responden, menggunakan sembilan parameter Asian Development Bank (ADB) serta dianalisis dengan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil menunjukkan nilai Walkability Index (WI) berdasarkan observasi sebesar 27,3 dan berdasarkan persepsi pengguna sebesar 37,7, yang mengindikasikan kualitas jalur pejalan kaki masih berada pada kategori rendah. Berdasarkan analisis IPA, tujuh parameter utama yang harus diprioritaskan untuk ditingkatkan adalah ketersediaan jalur pejalan kaki (P2), fasilitas pendukung (P6), infrastruktur bagi penyandang disabilitas (P7), ketersediaan fasilitas penyeberangan (P3), keselamatan dan keamanan penyeberangan (P4), hambatan pada jalur pejalan kaki (P8), serta konflik dengan moda transportasi lain (P1), yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat walkability dan mendukung fungsi kawasan sebagai pusat kota yang berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PEDESTRIAN FACILITIES - USE</topic>
 </subject>
 <classification>388.41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711643</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 19:13:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-06 15:26:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>