ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN WALKABILITY INDEX (STUDI KASUS: PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH, ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN WALKABILITY INDEX (STUDI KASUS: PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH, ACEH)


Pengarang

Fahrurrazi Syukri - Personal Name;



Nomor Pokok Mahasiswa

2104110010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

388.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pusat Kota Baru merupakan kawasan pengembangan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan wilayah, yang secara administratif mencakup Kecamatan Banda Raya dan Kecamatan Lueng Bata serta diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru dengan fungsi pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat walkability jalur pejalan kaki dan merumuskan prioritas peningkatan kualitas berdasarkan preferensi pengguna dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan kuesioner kepada 110 responden, menggunakan sembilan parameter Asian Development Bank (ADB) serta dianalisis dengan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil menunjukkan nilai Walkability Index (WI) berdasarkan observasi sebesar 27,3 dan berdasarkan persepsi pengguna sebesar 37,7, yang mengindikasikan kualitas jalur pejalan kaki masih berada pada kategori rendah. Berdasarkan analisis IPA, tujuh parameter utama yang harus diprioritaskan untuk ditingkatkan adalah ketersediaan jalur pejalan kaki (P2), fasilitas pendukung (P6), infrastruktur bagi penyandang disabilitas (P7), ketersediaan fasilitas penyeberangan (P3), keselamatan dan keamanan penyeberangan (P4), hambatan pada jalur pejalan kaki (P8), serta konflik dengan moda transportasi lain (P1), yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat walkability dan mendukung fungsi kawasan sebagai pusat kota yang berkelanjutan.

Pusat Kota Baru is a development area planned by the Banda Aceh City Government as part of a regional development equalization strategy, administratively covering the Banda Raya and Lueng Bata Districts and designated as a new growth center for government, trade, services, education, and residential functions. This study aims to analyze the walkability level of pedestrian paths and formulate quality improvement priorities based on user preferences using a descriptive quantitative approach through field observations and questionnaires from 110 respondents, utilizing nine Asian Development Bank (ADB) parameters analyzed via Importance Performance Analysis (IPA). The results show a Walkability Index (WI) of 27.3 based on observations and 37.7 based on user perception, both indicating that the quality of pedestrian paths remains in the low category. Based on the IPA analysis, seven primary parameters must be prioritized for improvement: pedestrian path availability (P2), supporting facilities (P6), infrastructure for persons with disabilities (P7), availability of crossing facilities (P3), crossing safety and security (P4), path obstructions (P8), and conflict with other transport modes (P1), all of which are expected to enhance walkability and support the area’s role as a sustainable urban center.

Citation



    SERVICES DESK