<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711635">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN SMART MONITORING DAN OTOMASI AERATOR TAMBAK UDANG BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) DAN ENERGI TERBARUKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD AGUS MARZUKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Budidaya udang Vaname merupakan sektor penting dalam industri perikanan yang menuntut pengelolaan kualitas air tambak secara optimal. Dua permasalahan utama yang sering dihadapi petambak adalah ketidakstabilan kadar Dissolved Oxygen (DO) dan tingginya konsumsi energi listrik akibat pengoperasian kincir aerator secara terus-menerus. Kadar DO yang aman bagi pertumbuhan udang Vaname berada pada kisaran 4,62–5,33 mg/L. Namun, pada praktiknya petambak konvensional tidak memiliki sistem pemantauan yang mampu memberikan informasi kondisi DO secara real-time, sehingga pengoperasian aerator dilakukan selama 24 jam penuh tanpa mempertimbangkan kondisi aktual air tambak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memanfaatkan sensor DO sebagai basis pengukuran dan sistem Internet of Things (IoT) untuk monitoring DO serta otomasi aerator guna meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik. Data hasil pemantauan ditampilkan melalui aplikasi berbasis IoT sebagai media monitoring dan kontrol, baik secara otomatis maupun manual. Aerator diatur menyala ketika nilai DO berada di bawah 4,5 mg/L dan berhenti beroperasi ketika mencapai 5,5 mg/L. Sistem memperoleh pasokan energi secara parsial dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi. Hasil implementasi lapangan menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai dengan rancangan. Nilai DO mampu dipertahankan pada rentang 4,487–5,59 mg/L yang merupakan kondisi optimal bagi pertumbuhan udang Vaname. Sistem otomasi aerator mampu merespons perubahan nilai DO secara akurat dengan waktu respons rata-rata sekitar 1 menit. Sistem PLTS yang digunakan mampu menyuplai energi harian sekitar 1,59 kWh, sehingga berkontribusi sebesar 17,37% terhadap kebutuhan energi sistem, sementara 82,63% masih disuplai dari jaringan PLN. Penerapan sistem ini juga mampu menurunkan konsumsi energi listrik harian dari 22,4 kWh pada sistem konvensional menjadi 7,563 kWh, dengan tingkat efisiensi penghematan energi sebesar 66,2% dibandingkan sistem konvensional. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan efektif dalam mendukung pemantauan kualitas air, pengendalian aerator, serta peningkatan efisiensi operasional tambak secara berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERNET PROGRAMMING</topic>
 </subject>
 <classification>006.76</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711635</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 17:20:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-09 16:09:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>