<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711612">
 <titleInfo>
  <title>BIOLOGI REPRODUKSI DAN MORFOMETRIK RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) DI PERAIRAN LHOKSEUMAWE DAN SEKITARNYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASRUL IRFANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Lhokseumawe merupakan sumber daya perikanan yang memerlukan kajian aspek biologi dan morfometrik sebagai dasar pemahaman struktur populasi dan dinamika reproduksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa aspek biologi dan morfometrik rajungan, meliputi karakter morfometrik, hubungan panjang–bobot, faktor kondisi, nisbah kelamin, kematangan gonad, dan ukuran pertama kali matang gonad. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus–Desember 2025. Sebanyak 150 ekor contoh rajungan yang diambil secara acak dianalisis untuk mengetahui beberapa aspek biologi dan morfometriknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfometrik rajungan memperlihatkan variasi ukuran tubuh yang luas dengan kisaran lebar karapas 71,7–148,4 mm, yang mencerminkan heterogenitas struktur populasi dari individu juvenil hingga dewasa. Pola pertumbuhan rajungan jantan dan betina bersifat alometrik positif. Faktor kondisi rajungan betina tertinggi pada Agustus lalu menurun hingga Oktober, sedangkan pada rajungan jantan meningkat hingga September sebelum kembali menurun. Nisbah kelamin rajungan berada dalam kondisi tidak seimbang. bahas tgk sedikit di bulan mana yang tkg tinggi (III,IV). Ukuran rajungan betina pertama kali matang gonad (L₅₀) sebesar 105 mmCW, sedangkan pada rajungan jantan sebesar 103 mmCW.&#13;
&#13;
Kata kunci: hubungan panjang–bobot; faktor kondisi; nisbah kelamin; tingkat kematangan gonad&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCITIVE SYSTEM - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CRABS - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>639.975 386</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711612</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 15:40:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 09:03:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>