<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711587">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS FITOREMEDIATOR MAKROALGA  CAULERPA RACEMOSA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP  DAN HISTOPATOLOGI HATI IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) YANG TERPAPAR PB2+ DOSIS KRONIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZLA FADHILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pencemaran logam berat timbal (Pb²⁺) di lingkungan perairan merupakan ancaman serius bagi produktivitas akuakultur, khususnya terhadap fisiologi dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos). Logam ini bersifat persisten dan mampu memicu kerusakan struktural pada organ metabolisme utama seperti hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas makroalga Caulerpa racemosa sebagai agen fitoremediator dalam memitigasi dampak toksisitas Pb²⁺ terhadap kelangsungan hidup dan histopatologi hati ikan bandeng. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap selama 14 hari dengan enam perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (paparan Pb²⁺ dosis kronis), serta variasi penambahan biomassa C. racemosa (25 g, 50 g, 75 g, dan 100 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi C. racemosa secara signifikan mampu mereduksi tekanan toksisitas pada media pemeliharaan. Temuan utama memperlihatkan adanya hubungan linear positif antara peningkatan biomassa makroalga dengan pemulihan kondisi fisiologis ikan. Perlakuan dengan biomassa 100 g menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 83,33%, jauh mengungguli kelompok terpapar tanpa fitoremediator yang mengalami mortalitas tinggi dengan kelangsungan hidup hanya 33,33%. Analisis mikroskopis mengonfirmasi bahwa intervensi ini efektif meminimalisir kerusakan jaringan hati, ditandai dengan penurunan drastis tingkat nekrosis, degenerasi hidropik, dan degenerasi lemak, sehingga struktur hepatosit lebih terjaga. Selain itu, terjadi penurunan respons stres respirasi pada ikan seiring dengan berkurangnya bioavailabilitas timbal di air akibat mekanisme biosorpsi dan bioakumulasi yang intensif oleh makroalga. Meskipun proses penyerapan logam ini menyebabkan degradasi struktural pada kloroplas makroalga, fungsinya sebagai protektor biologis terbukti vital. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa C. racemosa merupakan solusi bioteknologi yang efektif dan ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan budidaya perikanan di perairan yang rentan tercemar logam berat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711587</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 11:30:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 11:42:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>