<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711515">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN HEC-HMS DAN PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR YANG MEMPERTIMBANGKAN PASANG SURUT DENGAN HEC-RAS 2D DI DAS KRUENG KEUREUTO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAJWA SYAFIQA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hingga saat ini Sungai Krueng Keureuto memiliki tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi dan mengalami banjir berulang. Kejadian banjir tersebut menimbulkan dampak kerugian yang signifikan, baik terhadap permukiman maupun aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik muka air sungai serta sebaran genangan banjir menggunakan pemodelan hidraulika dengan aplikasi HEC-RAS versi 6.6. Pemodelan hidraulika didasarkan pada hasil analisis hidrologi yang diperoleh melalui pemodelan hujan–limpasan menggunakan aplikasi HEC-HMS dengan metode Soil Conservation Service–Curve Number (SCS-CN). Melalui pemodelan, diperoleh debit banjir rencana untuk Q_2,Q_5,Q_10,Q_25,dan Q_50 berurut senilai 940 m³/detik, 1587,8 m³/detik, 2100,8 m³/detik, 2753 m³/detik, dan 3275 m³/detik. Hasil simulasi unsteady flow menunjukkan bahwa kedalaman aliran maksimum sungai meningkat seiring dengan bertambahnya periode ulang banjir, yaitu dari 9,4 meter pada debit Q_2 menjadi 10,68 meter pada debit Q_50. Hasil simulasi menunjukkan bahwa luasan genangan banjir meningkat dari 26,64 km² pada Q2 menjadi 65,92 km² pada Q50, dengan daerah terdampak mencakup Kecamatan Matangkuli, Lhoksukon, Syamtalira Aron, dan sekitarnya. Kondisi ini mengindikasikan tingginya kerentanan wilayah penelitian terhadap banjir, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang terintegrasi melalui pengendalian banjir, penataan ruang yang adaptif, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.&#13;
&#13;
Kata Kunci : banjir, HEC-RAS 2D, HEC-HMS, SCS, muara, pasang surut</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLOOD CONTROL - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711515</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 22:22:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 10:30:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>