EVALUASI KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN DENGAN PENGHAWAAN ALAMI DI PINGGIR PANTAIRN (STUDI KASUS : MAHA CORNER CAFé, LHOKNGA, ACEH BESAR, ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EVALUASI KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN DENGAN PENGHAWAAN ALAMI DI PINGGIR PANTAIRN (STUDI KASUS : MAHA CORNER CAFé, LHOKNGA, ACEH BESAR, ACEH)


Pengarang

Ade Riskia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muslimsyah - 196109281988101001 - Dosen Pembimbing I
Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing II
Abdul Munir - 197207081998021001 - Penguji
irin Caisarina - 197605182005012002 - irincaisarina@usk.ac.id - - - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2404204010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bangunan café di kawasan pesisir umumnya menerapkan konsep semi-outdoor untuk mengoptimalkan ventilasi alami dan interaksi dengan lingkungan luar. Namun, besarnya bukaan bangunan serta pemilihan material berpotensi menimbulkan tantangan dalam pencapaian kenyamanan termal. Maha Corner Café di Aceh Besar merupakan bangunan semi-outdoor bermaterial kayu yang perlu dievaluasi tingkat kenyamanan termalnya berdasarkan kondisi fisik ruang dan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung parameter lingkungan termal yang meliputi suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin, serta perhitungan Effective Temperature (TE). Selain itu, evaluasi kenyamanan termal dilakukan menggunakan indeks Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD). Persepsi kenyamanan pengguna diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 130 responden, jumlah ini dipilih untuk meningkatkan reliabilitas dan representativitas data persepsi termal. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai tingkat kenyamanan termal dan preferensi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TE mengalami fluktuasi sepanjang waktu pengamatan dengan kecenderungan berada pada kategori nyaman optimal dengan persentase 62,9%. Analisis PMV menunjukkan kondisi slightly warm dengan nilai PPD yang relatif tinggi yaitu 0,85–1,18 dengan PPD antara 20–34%,. Meskipun demikian, hasil persepsi menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung tetap merasa cukup nyaman. Kecepatan angin yang cukup tinggi akibat pengaruh iklim pantai, serta penggunaan material kayu, berindikasi berperan dalam menurunkan sensasi panas dan meningkatkan penerimaan termal pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perancang dan pengelola bangunan café berpenghawaan alami di kawasan pesisir dalam upaya meningkatkan kenyamanan termal pengguna.

Café buildings in coastal areas generally adopt a semi-outdoor concept to optimize natural ventilation and enhance interaction with the surrounding environment. However, the extent of building openings and the selection of materials may pose challenges in achieving thermal comfort. Maha Corner Café in Aceh Besar is a semi-outdoor café building constructed with wooden materials, which requires an evaluation of its thermal comfort performance based on both physical environmental conditions and user perceptions. This study employs a quantitative method with a case study approach. Data were collected through direct measurements of thermal environmental parameters, including air temperature, relative humidity, and air velocity, as well as the calculation of Effective Temperature (ET). In addition, thermal comfort evaluation was conducted using the Predicted Mean Vote (PMV) and Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) indices. Users’ thermal comfort perceptions were obtained through questionnaires involving 130 respondents, a sample size selected to enhance the reliability and representativeness of the thermal perception data. Data analysis was carried out descriptively to assess thermal comfort levels and user preferences. The results indicate that the ET values fluctuated throughout the observation period, with a tendency to remain within the optimal comfort category at a percentage of 62.9%. PMV analysis shows slightly warm conditions, accompanied by relatively high PPD values ranging from 0.85 to 1.18 and corresponding PPD values between 20% and 34%. Nevertheless, perceptual results reveal that the majority of visitors still perceived the environment as sufficiently comfortable. Relatively high air velocities influenced by the coastal climate, along with the use of wooden materials, are indicated to play a role in reducing heat sensation and improving users’ thermal acceptance. This study is expected to serve as a reference for designers and managers of naturally ventilated café buildings in coastal areas in efforts to enhance users’ thermal comfort.

Citation



    SERVICES DESK