<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711471">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KUALITAS SPERMATOZOA DAN HISTOPATOLOGIS TESTIS MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS L) DIABETES MELLITUS PASCA PEMBERIAN EKSTRAK DAUN RNMALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutiara Kemala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) adalah salah satu penyakit yang jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pada kualitas spermatozoa khususnya pergerakan dan jumlahnya. Kadar gula darah yang meningkat merupakan indikasi adanya DMT2 diperoleh melalui induksi streptozotocin (STZ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa dan gambaran histopatologis testis mencit jantan setelah diberi ekstrak daun malaka (Phyllanthus emblica). Metode penelitian dilakukan secara ekperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Mencit jantan (Mus musculus L.) yang digunakan sebanyak 25 ekor berusia ±1 bulan dengan berat badan ±20-40 gram dibagi menjadi lima kelompok yaitu K1 kontrol positif (aquadest), K2 kontrol negative (STZ 30mg/kgBB), P1 (STZ 30mg/kgBB dan ekstrak daun malaka 300mg/kgBB), P2 (STZ 30mg/kgBB dan ekstrak daun malaka 600mg/kgBB) dan P3 (STZ 30mg/kgBB dan ekstrak daun malaka 1200mg/kgBB). Perlakuan diberikan secara oral sekali sehari sebanyak 0,2 ml selama 14 hari. Variabel yang diamati meliputi motilitas, morfologi, viabilitas dan jumlah spermatozoa serta histopatologiss testis mencit. Data yang diperoleh dari pengamatan mikroskopis spermatozoa dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pola satu arah untuk mengetahui perbedaan rata-rata yang diperoleh antar kelompok perlakuan kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan dan pengamatan histopatologis dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun malaka pada mencit jantan diabetes mellitus berpengaruh positif dalam meningkatkan viabilitas, motilitas, morfologi dan jumlah spermatozoa bertutut-turut yaitu pada mencit jantan (Mus musculus L.). Dibuktikan dengan pengamatan histopatologis testis mencit yang mengalami perbaikan yang signifikan setelah pemberian ekstrak daun malaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun malaka dapat meningkatkan kualitas spermatozoa dan mempengaruhi gambaran histopatologis dengan dosis 1200 mg/kg BB sebagai dosis terbaik untuk penyembuhan kualitas performa spermatozoa mencit jantan (DMT2).&#13;
&#13;
Kata kunci: Diabetes mellitus, kualitas spermatozoa, histopatologis testis, ekstrak daun malaka &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MALE REPRODUCTIVE SYSTEMS - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <classification>616.462</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711471</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 17:06:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-04 13:47:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>