<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711469">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS BATUAN ASAL (PROVENANCE) BATUPASIR PADA FORMASI TUTUT (QTT), KECAMATAN BEUTONG, KABUPATEN NAGAN RAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmi Sukma Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lokasi penelitian memiliki luas 4 x 6 km² terletak di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Daerah penelitian secara geografis pada koordinat 96°25’16,08” LU – 96°27’4,81” LU dan 4°16’0,74” BT - 4°16’4,81” BT. Daerah penelitian berdasarkan kondisi geologi berada zona dataran rendah hingga berbukit. Zona ini terbentuk dari evolusi tektonik regional Sumatera akibat aktivitas subduksi dan pengangkatan di jalur Bukit Barisan menghasilkan perbedaan relief yang signifikan antara daerah sumber dan daerah akumulasi. Wilayah Beutong yang berada pada posisi relatif lebih rendah dengan deformasi tektonik lemah hingga sedang berkembang menjadi zona penerima material hasil rombakan batuan dari wilayah yang lebih tinggi. Kondisi tersebut memungkinkan tempat terakumulasi emas sekunder endapan fluvial hasil pelapukan dan erosi. Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya aktivitas penambangan emas di daerah penelitian. Batupasir Formasi Tutut berperan sebagai media transportasi dan terakumulasi emas sekunder endapan fluvial tersebut. Sehingga penelitian analisis batuan asal (provenance) menjadi penting untuk dikaji untuk mengetahui tatanan tektonik, sumber batuan asal, dan sedimentasi yang telah terjadi. Dominasi keberadaan batupasir di wilayah penelitian serta keterbatasan informasi terkait rekontruksi tektonik, menjadikan studi provenance pada Formasi Tutut layak untuk penelitian. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah memberikan informasi geologi dan sumber batuan asal serta rekontruksi tektonik batupasir Formasi Tutut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis petrografi, yang kemudian dianalisis menggunakan klasifikasi batupasir Pettijohn dan klasifikasi diagram QFL (Quartz-Feldspar-Lithic) dari Dickinson &amp; Suezek (1979). Berdasarkan data yang diperoleh saat pemetaan dilapangan, daerah penelitian terdiri atas tiga Formasi yaitu Formasi Tutut (QTt), Formasi Meulaboh (Qpm), dan Endapan Alluvium (Qh). Formasi Tutut (QTt) terbentuk pada kala Pliosen hingga Plistosen dengan litologi batulempung, batupasir, batulanau, dan konglomerat, serta sisipan tipis batubara. Pada Formasi Meulaboh (Qpm) didapati endapan lempung, endapan pasir, dan endapan lanau. Pada satuan Endapan Alluvium (Qh) hanya didapati endapan pasir. Pengamatan bentang alam darah penelitian diperoleh 2 bentang alam yang terdiri dari satuan bentuk lahan D3 dan D6) dan satuan bentuk lahan Fluvial (F1 dan F4).  Hasil interpretasi pola aliran daerah penelitian menunjukan pola aliran parallel dan dendritik. Berdasarkan hasil analisis petrografi 5 sampel batupasir yang mewakili satuan batuan batupasir Formasi Tutut, termasuk dalam kategori lithic arenite hingga sub-lithicarenite. Analisis studi batuan asal pada batupasir Formasi Tutut dihasilkan tatanan tektonik berada pada zona Recycled Orogenic sub zona quartzose recycled dengan model tatanan tektonik zona fold thrust belt. Hasil akhir penelitian ini mencakup peta lintasan, peta geologi, peta geomorfologi, analisis petrografi, dan analisis provenance.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SANDSTONE - ECONOMIC GEOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>553.53</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 16:59:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-04 13:56:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>