<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711457">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  STANDAR KECANTIKAN PADA FILM IMPERFECT:</title>
  <subTitle>KARIER, CINTA &amp; TIMBANGAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Husnul Auliya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecantikan merupakan konstruksi sosial. Kecantikan dikonstruksikan melalui berbagai media, baik film, wacana, iklan dan lain sebagainya. Hasil Konstruksi tersebut melahirkan standar kecantikan yang berbeda pada setiap kelompok masyarakat. Survey yang dilakukan ZAP Beauty Index 2020 menunjukkan bahwa&#13;
46,7% percaya bahwa kecantikan menentukan penampilan mereka, dan 82,5% berpendapat  seseorang  cantik  mempunyai  kulit  cerah  dan  glowing.  Melalui analisis film penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kecantikan serta kritik sosial terhadap standar kecantikan dalam film Imperfect: Karier, Cinta &amp; Timbangan. Penelitian ini menggunakan perspektif Michel Foucault yang berkaitan dengan, wacana, kekuasaan dan tubuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana yang difokuskan pada adegan, dialog, dan simbol-simbol yang menggambarkan standar kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect: Karier, Cinta &amp;Timbangan merepresentasikan standar kecantikan perempuan melalui penampilan fisik yaitu: bentuk, tubuh, warna kulit, bentuk wajah, dan bentuk rambut. Film ini membentuk persepsi masyarakat bahwa cantik memiliki tubuh langsing, kulit putih, wajah halus dan rambut lurus. Akibatnya, muncul dampak dari standar kecantikan yaitu, diskriminasi, body shaming, dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Film ini mengandung kritik sosial terhadap konstruksi kecantikan yang menindas perempuan dan mengajak perempuan untuk menerima dirinya sebagai bentuk perlawanan terhadap wacana kecantikan dan kekuasaan yang mengatur tubuh perempuan. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan untuk mengkaji isu yang sama dengan objek kajian dan teori yang berbeda untuk mendapatkan hasil lebih luas.&#13;
&#13;
Kata kunci: Standar Kecantikan, Film Imperfect: Karier, Cinta &amp; Timbangan, Kritik Sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BEAUTY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FILM REVIEWS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL ETHICS - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>111.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 16:25:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-02 10:24:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>