<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711447">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERILAKU MAHASISWA USK AKIBAT PESAN TOXIC DALAM GAME MOBILE LEGENDS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ZULFAHMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) saat menghadapi pesan kasar (toxic) di dalam game Mobile Legends. Melalui wawancara dengan lima informan, ditemukan bahwa mereka sering menerima makian dan ejekan yang memancing emosi. Berdasarkan teori Action Assembly, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tidak langsung membalas secara kasar, melainkan mereka merancang tindakan yang lebih tenang melalui proses kognitif. Perilaku ini berkaitan dengan Social Learning Theory, di mana mereka belajar dari pengalaman bahwa membalas kekasaran hanya akan merusak suasana permainan. Hasil penelitian juga menyoroti adanya kaitan dengan self-fulfilling prophecy, di mana mahasiswa menyadari bahwa jika mereka merespons pesan toxic tersebut dengan cara yang sama, maka ekspektasi negatif berupa kegagalan atau kekalahan tim benar-benar akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu, mahasiswa memilih cara coping adaptif seperti menggunakan fitur mute dan humor guna memutus rantai perilaku negatif tersebut. Tindakan ini juga dipengaruhi oleh internalisasi nilai dari identitas budaya masyarakat Aceh yang mengedepankan kesantunan dan harga diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa lebih memilih menjaga etika dan fokus pada kemenangan daripada terjebak dalam perilaku toxic yang merugikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BEHAVIOR - SOCIAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 16:11:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-30 09:24:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>