ANALISIS PERILAKU MAHASISWA USK AKIBAT PESAN TOXIC DALAM GAME MOBILE LEGENDS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERILAKU MAHASISWA USK AKIBAT PESAN TOXIC DALAM GAME MOBILE LEGENDS


Pengarang

MUHAMMAD ZULFAHMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maini Sartika - 198105012023212017 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010148

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) saat menghadapi pesan kasar (toxic) di dalam game Mobile Legends. Melalui wawancara dengan lima informan, ditemukan bahwa mereka sering menerima makian dan ejekan yang memancing emosi. Berdasarkan teori Action Assembly, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tidak langsung membalas secara kasar, melainkan mereka merancang tindakan yang lebih tenang melalui proses kognitif. Perilaku ini berkaitan dengan Social Learning Theory, di mana mereka belajar dari pengalaman bahwa membalas kekasaran hanya akan merusak suasana permainan. Hasil penelitian juga menyoroti adanya kaitan dengan self-fulfilling prophecy, di mana mahasiswa menyadari bahwa jika mereka merespons pesan toxic tersebut dengan cara yang sama, maka ekspektasi negatif berupa kegagalan atau kekalahan tim benar-benar akan menjadi kenyataan. Oleh karena itu, mahasiswa memilih cara coping adaptif seperti menggunakan fitur mute dan humor guna memutus rantai perilaku negatif tersebut. Tindakan ini juga dipengaruhi oleh internalisasi nilai dari identitas budaya masyarakat Aceh yang mengedepankan kesantunan dan harga diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa lebih memilih menjaga etika dan fokus pada kemenangan daripada terjebak dalam perilaku toxic yang merugikan.

This research aims to understand the behavior of Universitas Syiah Kuala (USK) students when encountering toxic messages in the online game Mobile Legends. Through in-depth interviews with five informants, the study found that the toxic messages received often included verbal abuse, body shaming, and emotional provocations. Based on Action Assembly Theory, the research results indicate that students do not immediately react with aggression; instead, they undergo a cognitive process to assemble a calmer response. This behavior correlates with Social Learning Theory, where students learn from experience that responding with toxicity only ruins the gaming atmosphere. The research results also highlight the role of self-fulfilling prophecy, where students realize that if they respond to toxic messages with similar negativity, their negative expectations of team failure or defeat will likely come true. Consequently, students adopt adaptive coping mechanisms, such as using the mute feature and humor, to break the cycle of negative behavior. These actions are also influenced by the internalization of values from the cultural identity of the Acehnese people, which prioritizes politeness and self-dignity. The study concludes that students prefer to maintain ethics and focus on winning rather than becoming trapped in harmful toxic behavior.

Citation



    SERVICES DESK