<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711435">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PEMANFAATAN DANA OTONOMI KHUSUS ACEH (DOKA) TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN PERIODE 2019-2024 DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANNISA AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Aceh sebagai daerah dengan status otonomi khusus telah menerima Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) hampir Rp100 triliun sejak tahun 2008 hingga 2023. Meskipun alokasi dana yang sangat besar tersebut, Aceh masih tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera, dengan persentase penduduk miskin mencapai 14,23% pada Maret 2024. Fenomena kesenjangan antara besarnya alokasi dana dengan minimnya penurunan kemiskinan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang efektivitas pemanfaatan DOKA dalam pengentasan kemiskinan, terutama pada periode krusial 2019-2024 ketika alokasi DOKA mulai mengalami penurunan bertahap sesuai ketentuan undang-undang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pemanfaatan DOKA untuk pengentasan kemiskinan di Aceh dan menganalisis efektivitas pemanfaatan DOKA dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Aceh periode 2019-2024. Penelitian ini menggunakan Teori Politik Anggaran yang dikembangkan oleh Aaron Wildavsky (1984). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat faktor penghambat utama: lemahnya akurasi data dan ketidaktepatan sasaran akibat ketidaksinkronan antarinstansi; kurangnya koordinasi yang menyebabkan tumpang tindih program; keterbatasan kapasitas birokrasi dalam perencanaan berbasis data; dan pengaruh kepentingan politik dalam penentuan prioritas anggaran. Efektivitas DOKA menunjukkan kontribusi terhadap penurunan persentase penduduk miskin (P0) dan kedalaman kemiskinan (P1), namun dampaknya tidak signifikan dan inkonsisten karena program bersifat kuratif jangka pendek, ketidaktepatan sasaran, lemahnya evaluasi berbasis dampak, serta rendahnya kapasitas dan integritas pelaksana. Dengan demikian, efektivitas pemanfaatan DOKA masih terbatas akibat hambatan struktural pada tata kelola anggaran. Diperlukan penguatan sistem pendataan terintegrasi, peningkatan koordinasi lintas sektor, pengembangan kapasitas birokrasi, transformasi program menuju pemberdayaan berkelanjutan, serta penguatan monitoring dan evaluasi berbasis dampak untuk mengoptimalkan kontribusi DOKA terhadap pengentasan kemiskinan di Aceh.&#13;
Kata Kunci : Dana Otonomi Khusus Aceh, Pengentasan kemiskinan, Tata kelola anggaran</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>POVERTY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BUDGETS (PUBLIC)</topic>
 </subject>
 <classification>352.48</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711435</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 15:47:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-06 16:02:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>