<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711379">
 <titleInfo>
  <title>KOORDINASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DAN LEMBAGA REHABILITASI PECANDU NARKOTIKA DI RUMOH GEUTANYOE BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Halimahtussadiah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S2)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KOORDINASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DAN LEMBAGA &#13;
REHABILITASI PECANDU NARKOTIKA DI RUMOH GEUTANYOE&#13;
BANDA ACEH &#13;
&#13;
Halimahtussa’diah*&#13;
Iskandar A. Gani&#13;
&#13;
&#13;
Zahratul Idami&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Rehabilitasi menjadi hak yang wajib diperoleh pecandu narkotika &#13;
sebagaimana Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.&#13;
Rehabilitasi ini dapat dilakukan oleh lembaga rehabilitasi masyarakat dengan tetap&#13;
berkoordinasi dengan BNN. Kewajiban BNN untuk menyelenggarakan fasilitas&#13;
rehabilitasi dan koordinasi dengan lembaga rehabilitasi masyarakat diatur melalui&#13;
Pasal 2 ayat (1) huruf e Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 dan Pasal 3&#13;
Peraturan BNN Nomor 7 Tahun 2020. Permasalahannya BNN Banda Aceh tidak&#13;
memiliki fasilitas rehabilitasi internal sehingga lembaga masyarakat seperti Rumoh&#13;
Geutanyoe menjadi satu-satunya tumpuan bagi pecandu narkotika. Rehabilitasi&#13;
oleh lembaga masyarakat juga tidak diiringi dengan koordinasi yang baik antar dua&#13;
lembaga sehingga pelaksanaan rehabilitasi belum mencapai tujuan yang&#13;
ditunjukkan dengan banyaknya residivis pecandu narkotika di Banda Aceh.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, menganalisis dan menjelaskan tiga&#13;
permasalahan. Pertama, koordinasi BNN dan lembaga rehabilitasi pecandu&#13;
narkotika di Rumoh Geutanyoe Banda Aceh. Kedua, hambatan yang dihadapi oleh&#13;
lembaga rehabilitasi Rumoh Geutanyoe dalam melakukan rehabilitasi pecandu&#13;
narkotika. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan dalam&#13;
koordinasi antar lembaga rehabilitasi Rumoh Geutanyoe dan BNN di Banda Aceh.&#13;
Metode penelitian yang digunakan jenis yuridis empiris dengan pendekatan&#13;
sosiologi hukum. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling.&#13;
Informan penelitian terdiri atas Pembina Rumoh Geutanyoe dan pihak Analisis&#13;
Intelijen Bidang Pemberantasan Narkotika Badan Narkotika Nasional Kota Banda&#13;
Aceh. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik&#13;
pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terstruktur dan data &#13;
sekunder melalui studi kepustakaan, kemudian data dianalisis secara kualitatif &#13;
dengan metode berpikir deduktif untuk menjawab rumusan masalah penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan koordinasi antara lembaga rehabilitasi pecandu &#13;
narkotika dengan BNN Banda Aceh masih terbatas dan bersifat satu arah karena&#13;
proses rehabilitasi yang dilaksanakan oleh Rumoh Geutanyoe berjalan mandiri&#13;
tanpa pengawasan dan pendampingan BNN Banda Aceh. Hambatan yang dihadapi&#13;
lembaga rehabilitasi terbagi dua hambatan yaitu hambatan rehabilitasi dan&#13;
hambatan koordinasi. Hambatan rehabilitasi meliputi keterbatasan sumber daya &#13;
&#13;
manusia profesional, sarana dan prasarana, dukungan masyarakat, serta anggaran,&#13;
sedangkan hambatan koordinasi ketiadaan sistem informasi terpadu, terbatasnya&#13;
SDM administratif, dan minimnya peran aktif BNN Banda Aceh. Upaya yang&#13;
dilakukan dalam mengatasi hambatan koordinasi yaitu Rumoh Geutanyoe&#13;
meningkatkan kapasitas SDM, mengoptimalkan anggaran, relawan, dan fasilitas&#13;
mitra, sementara BNN Banda Aceh memperkuat koordinasi dengan pembinaan&#13;
teknis, monitoring, pedoman operasional, pelatihan, dan pendampingan lapangan.&#13;
Harapannya koordinasi lembaga rehabilitasi masyarakat dan BNN Banda Aceh&#13;
dapat berjalan maksimal sehingga rehabilitasi dapat terlaksana dengan baik, tujuan&#13;
tercapai, dan risiko residivisme dapat diminimalkan&#13;
Saran penelitian ini pemerintah yaitu pihak eksekutif diharapkan segera&#13;
menetapkan aturan dan sanksi melalui Peraturan Presiden atau Peraturan&#13;
Pemerintah yang mewajibkan BNN di setiap kota memiliki fasilitas rehabilitasi&#13;
agar pengawasan dan pemulihan pecandu narkotika lebih terstandar. BNN Banda&#13;
Aceh perlu memiliki fasilitas rehabilitasi sendiri dan menjalin koordinasi&#13;
berkelanjutan dengan lembaga rehabilitasi masyarakat agar pengendalian program&#13;
dilakukan langsung. Lembaga rehabilitasi juga diharapkan aktif berkoordinasi&#13;
dengan BNN Banda Aceh, melaporkan perkembangan klien, dan memastikan&#13;
rehabilitasi efektif dan risiko residivisme dapat diminimalkan. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Koordinasi, Lembaga Rehabilitasi, Pecandu Narkotika, BNN Banda&#13;
Aceh. &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REHABILITATION - PRISONER SERVICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NARCOTICS - SMUGGLING - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.023 365</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 14:07:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-03 11:01:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>