<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711369">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS STABILITAS LERENG DI DAERAH EKOWISATA TANGKAHAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LANGKAT, PROVINSI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutyara Rahmadhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tangkahan, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara, merupakan daerah ekowisata yang terletak di jalur Pegunungan Bukit Barisan. Wilayah ini memiliki potensi longsor yang tinggi akibat kondisi geomorfologi dan geologi yang kompleks, curah hujan yang relatif tinggi, serta keberadaan lereng yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi yang meliputi litologi penyususn, struktur geologi, dan karakteristik geomorfologi, kualitas massa batuan, tingkat kestabilan lereng serta tipe longsoran di daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi dan geomorfologi, analisis kinematika lereng, serta klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) dan Slope Mass Rating (SMR). Hasil pemetaan geologi menunjukkan bahwa satuan batuan di daerah penelitian, yang diurutkan dari tua ke muda, terdiri atas satuan batu serpih Baong, batu lempung Baong, dan endapan aluvial. Namun, berdasarkan data sekunder Cameron et al. (1982),menyebutkan bahwa Formasi Bruksah juga tersusun atas satuan batu pasir dan konglomerat. Secara geomorfologi, wilayah penelitian tersusun atas tiga satuan bentang alam utama, yaitu struktural, denudasional, dan fluvial. Bentang alam struktural dicirikan oleh perbukitan tinggi, bentang alam denudasional oleh perbukitan rendah hingga dataran denudasional, sedangkan bentang alam fluvial oleh tubuh sungai dan dataran banjir dengan pola aliran dendritik. Klasifikasi RMR menghasilkan nilai berkisar antara 45 hingga 61 yang menunjukkan kualitas massa batuan sedang, sedangkan analisis SMR menghasilkan nilai berkisar antara 56 hingga 76 yang mengindikasikan kondisi lereng tergolong baik, dengan potensi longsoran guling (toppling failure). Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi pembuatan parit drainase pada kaki lereng, pemasangan jala kawat, pagar pengaman, serta baut batuan (rock bolt) untuk meningkatkan kestabilan lereng dan keselamatan kawasan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711369</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 13:46:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 14:30:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>