<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711363">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI METODE KRIOPRESERVASI SPERMA IKAN BETOK (ANABAS TESTUDINEUS) MELALUI TEKNIK RNFREEZING DAN THAWING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Syukran</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kriopreservasi sperma ikan betok (Anabas testudineus) telah dikembangkan oleh beberapa peneliti. Namun demikian, kualitas sperma pascakriopreservasi yang dihasilkan masih belum optimal dan berpotensi untuk ditingkatkan melalui optimasi teknik pra-pembekuan dan thawing. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik pra-pembekuan dan thawing terbaik dalam proses kriopreservasi sperma ikan betok. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pembiakan Ikan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama merupakan pencucian telur ikan betok dalam larutan EM-4, dengan 5 perlakuan yaitu EM-4 dosis 0 mg/L (control), 0.5 ml/L, 1.0 ml/L, 1.5 ml/L, and 2.0 ml/L. Tahap kedua merupakan pengujian beberapa teknik pra-pembekuan dengan gradien suhu yang berbeda, yaitu: F1 (4°C, 0°C, −79°C, dan −196°C), F2 (4°C, 0°C, dan −196°C), F3 (4°C, −79°C, dan −196°C), serta F4 (4°C dan −196°C). Tahap ketiga adalah pengujian teknik thawing dengan variasi suhu dan waktu thawing, yaitu pada suhu 25°C, 30°C, dan 35°C, masing-masing dengan lama perendaman 5, 10, dan 15 menit. Hasil percobaan pertama di dapatkan bahwa perendama telur dalam EM-4 dengan dosis 1,0 ml/L Adalah yang terbaik, Hasil percobaan tahap kedua menunjukkan bahwa suhu pra-pembekuan berpengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas sperma, dan fertilitas telur ikan betok (P0,05). Kualitas sperma terbaik pascakriopreservasi diperoleh pada perlakuan F1, yaitu teknik pra-pembekuan dengan gradien suhu 4°C, 0°C, −79°C, dan −196°C, yang menghasilkan motilitas sperma sebesar 78,50 ± 1,70%, viabilitas 77,50 ± 1,91%, abnormalitas 1,50 ± 0,57%, fertilitas 62,50 ± 8,18%, serta masa hidup sperma 9,82 ± 1,58 menit. Pada percobaan tahap ketiga, hasil menunjukkan bahwa teknik thawing berpengaruh signifikan terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, fertilitas, dan masa hidup sperma pascakriopreservasi (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 13:18:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 14:24:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>