<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711351">
 <titleInfo>
  <title>AKULTURASI BUDAYA ACEH PADA  ETNIS TIONGHOA (STUDI KASUS ETNIS TIONGHOA DI GAMPONG PEUNAYONG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAIDI MAULANA IQBAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Akulturasi budaya antara masyarakat Aceh dan etnis Tionghoa di Gampong&#13;
Peunayong, Kota Banda Aceh, menarik dikaji karena berlangsung di tengah&#13;
perbedaan budaya, agama, dan etnis, namun tetap memperlihatkan hubungan sosial&#13;
yang harmonis. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses akulturasi yang terjadi&#13;
serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, bahasa, kesenian, dan mata&#13;
pencaharian masyarakat di Peunayong.Penelitian ini menggunakan metode&#13;
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara&#13;
mendalam dengan tokoh masyarakat, warga Aceh dan Tionghoa, serta aparat&#13;
gampong, kemudian diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data&#13;
dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa akulturasi berlangsung secara dua arah. Etnis Tionghoa&#13;
menyesuaikan diri dengan budaya Aceh, seperti menggunakan bahasa Aceh,&#13;
mengikuti norma berpakaian, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan&#13;
keagamaan. Sebaliknya, masyarakat Aceh menunjukkan keterbukaan dengan&#13;
memberikan ruang bagi etnis Tionghoa mempertahankan tradisi mereka, misalnya&#13;
perayaan Imlek, Cap Go Meh, serta kesenian barongsai yang kini dipadukan dengan&#13;
unsur budaya Aceh. Dalam bidang ekonomi, etnis Tionghoa berperan penting&#13;
sebagai pelaku usaha dan perdagangan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi&#13;
masyarakat Aceh. &#13;
Kata Kunci: Akulturasi, Budaya Aceh, Etnis Tionghoa, Peunayong &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHINESE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CULTURE - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ACCULTURATION</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 12:56:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 14:39:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>