<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711343">
 <titleInfo>
  <title>POWER PEMERINTAH ACEH DALAM KEPEMILIKAN WILAYAH (STUDI KASUS UPAYA MEMPERTAHANKAN EMPAT PULAU DI ACEH SINGKIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAPNI MAULIDAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
 &#13;
Sengketa empat pulau di Aceh Singkil antara Pemerintah Aceh dan Provinsi&#13;
Sumatera Utara sejak 2008 muncul akibat perbedaan penetapan batas administratif&#13;
wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk power yang dimiliki&#13;
Pemerintah Aceh serta strategi politik yang digunakan dalam mempertahankan&#13;
kepemilikan wilayah tersebut dengan menggunakan teori kekuasaan dan teori&#13;
konflik sebagai kerangka analisis. Teori kekuasaan digunakan untuk melihat&#13;
bagaimana otoritas formal, legitimasi, dan pengaruh sosial dimanfaatkan oleh&#13;
Pemerintah Aceh, sementara teori konflik menjelaskan sengketa wilayah sebagai&#13;
bentuk pertentangan kepentingan antar aktor pemerintahan dalam perebutan&#13;
sumber daya dan legitimasi wilayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif deskriptif melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa power Pemerintah Aceh meliputi: (1) power struktural melalui&#13;
kewenangan formal dan regulasi otonomi khusus,seperti UU No 11tahun 2006&#13;
tentang pemerintah Aceh (2) power politik melalui proses negosiasi dan diplomasi &#13;
antar pemerintah, (3) power sosial-kultural melalui dukungan identitas Aceh dan &#13;
partisipasi masyarakat, serta (4) power ekonomi melalui pembangunan wilayah&#13;
perbatasan sebagai bentuk penguatan klaim teritorial. Strategi politik yang&#13;
digunakan mencakup diplomasi antar daerah, penguatan dasar hukum dan&#13;
legitimasi administratif, pembangunan wilayah perbatasan, dan penguatan sosialkultural.&#13;
&#13;
Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan Pemerintah Aceh dalam&#13;
mempertahankan klaim kepemilikan wilayah tidak bergantung pada satu bentuk&#13;
kekuasaan semata, melainkan merupakan hasil dari kombinasi kekuasaan&#13;
struktural, politik, sosial, ekonomi, serta dinamika konflik yang dikelola melalui&#13;
strategi politik dan dukungan masyarakat, termasuk ruang digital.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Power, Pemerintah Aceh, Teori Kekuasaan, Teori Konflik, Strategi&#13;
Politik, Sengketa Wilayah, Aceh Singkil&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 12:18:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 12:31:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>